Festival Layangan Bali #5 2026, Ratusan Layangan Meriahkan Langit Pantai Mertasari

  • 19 Jul 2026 11:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Komunitas Seni Layangan Bali kembali menyelenggarakan Festival Layangan Bali #5 Tahun 2026 di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar. Festival yang mengusung tema "Yadnya Cakra – Kreativitas Tiada Henti" ini menjadi wadah pelestarian budaya layang-layang tradisional Bali sekaligus mempererat persaudaraan para rare anggon dari berbagai daerah di Bali.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama Komunitas Seni Layangan Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Ketua Panitia Festival Layangan Bali #5, Putu Chris Budhi Setyawan Sst.Par, menyampaikan festival ini bertujuan melestarikan budaya daerah, menjadi wadah pengembangan minat dan bakat di bidang seni budaya, serta memberikan ruang kreativitas bagi para seniman dan undagi layang-layang, khususnya generasi muda.

“Tahun ini, festival diikuti oleh 987 peserta, yang terbagi dalam pelaksanaan lomba selama dua hari, yakni 457 layangan pada Sabtu, 18 Juli 2026, dan 530 layangan pada Minggu, 19 Juli 2026. Lomba mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari Remaja, Dewasa hingga Big Size, dengan jenis layangan tradisional Bali seperti Bebean, Pecukan, Janggan, Janggan Buntut, serta kategori Kreasi”, ujarnya.

Putu Chris Budhi Setyawan lebih lanjut mengatakan, selain memperebutkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan, festival tahun ini juga menghadirkan Piala The Champion Gubernur Bali 2026 untuk kategori Dewasa dan Big Size dengan total hadiah mencapai Rp100 juta.

“Melalui penyelenggaraan Festival Layangan Bali, kami berharap tradisi layang-layang Bali tetap lestari di tengah perkembangan zaman, sekaligus memperkuat nilai gotong royong, sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan dalam masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Bali dapat terus mendukung kegiatan Festival Layangan Bali setiap tahun serta memfasilitasi tersedianya ruang atau lapangan yang layak bagi komunitas rare anggon untuk melestarikan tradisi bermain layang-layang secara aman dan berkelanjutan.

Festival Layangan Bali bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sebuah perayaan budaya yang memperlihatkan kekayaan seni tradisi Bali kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.

Salam Rare Anggon… Jaya!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....