Lapas Perempuan Kerobokan Hadapi Tekanan Hunian
- 15 Feb 2026 14:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan menghadapi tantangan serius akibat jumlah penghuni yang melebihi dua kali lipat kapasitas ideal. Kondisi ini semakin kompleks dengan adanya bayi, lansia, dan warga negara asing yang turut menjalani masa pembinaan di dalamnya.
Dari kapasitas ideal 120 orang, jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat ini mencapai 251 orang. Situasi tersebut menuntut perhatian khusus, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan lanjut usia.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andayani mengatakan, lima bayi tersebut merupakan anak dari WBP yang saat ditangkap dalam kondisi hamil dan kemudian melahirkan selama menjalani masa pidana. “Per hari ini kapasitas kami 251 orang, padahal seharusnya hanya 120 orang. Selain itu ada lima bayi bawaan WBP yang saat ditangkap dalam kondisi hamil dan melahirkan di sini,” ujarnya.
Selain bayi, lapas juga dihuni enam orang lanjut usia (lansia) serta 12 warga negara asing (WNA). Keberadaan mereka membutuhkan pola pembinaan dan pelayanan yang berbeda dibandingkan warga binaan lainnya.
“Kalau dari segi kasus, 70 persen merupakan kasus narkotika. Kami juga memiliki 12 WNA dan enam lansia yang tentu membutuhkan perhatian khusus,” katanya.
Pihak lapas berharap adanya dukungan dan perhatian berbagai pihak agar pelayanan, pembinaan, serta pemenuhan hak warga binaan, khususnya kelompok rentan, tetap berjalan optimal di tengah kondisi overkapasitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....