HUT WHDI Perkuat Peran Perempuan dan Pelestarian Budaya
- 14 Feb 2026 08:29 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 dengan berbagai kegiatan yang menitikberatkan pada pelestarian budaya dan penguatan peran perempuan Hindu dalam keluarga serta masyarakat. Ketua Panitia HUT ke-38 WHDI Provinsi Bali, dr. Made Ayu Witriasih, M.Kes., Sp.KKLP, kepada RRI.CO.ID mengatakan perayaan tahun ini disinergikan dengan peringatan Bulan Bahasa Bali melalui kerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
“Hari ini merupakan puncak perayaan HUT ke-38 WHDI Provinsi Bali. Kami bersinergi dengan Bulan Bahasa Bali karena memiliki tujuan yang sama, yakni pelestarian budaya. Selain itu, pelaksanaannya juga sama-sama di bulan Februari,” ujarnya Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, digelar lima lomba utama, yakni Lomba Mekidung, Lomba Dharma Wacana, Lomba Baca Kekawin, Lomba Gebogan, dan Lomba Pejati. Sebelum pelaksanaan lomba, panitia juga melakukan pembinaan ke seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Menurut dr. Witriasih, pembinaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman anggota WHDI, termasuk penguatan peran aktif perempuan Hindu di daerah. “Kami menghadirkan narasumber yang kompeten sekaligus menjadi juri. Jadi bukan sekadar lomba, tetapi ada proses edukasi agar pemahaman tentang isi, makna, dan tata cara, misalnya dalam pembuatan pejati, benar-benar dipahami,” jelasnya.
Ia menegaskan, lomba bukan semata-mata kompetisi, melainkan sarana edukasi dan pelestarian budaya lintas gender dan lintas generasi. Peserta yang terlibat pun berasal dari berbagai kalangan usia, termasuk generasi muda.
“Ini bukan ancaman di era modernisasi, digitalisasi, dan globalisasi, justru peluang untuk menguatkan peran perempuan Hindu agar semakin memahami nilai-nilai agama, susila, etika, dan tradisi,” katanya.
Mengusung tema pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas, WHDI memandang perempuan sebagai garda utama dalam keluarga dan fondasi lahirnya generasi unggul. “Jika keluarga sehat secara jasmani, rohani, dan spiritual, maka akan melahirkan generasi yang berkualitas untuk Indonesia Emas,” tegasnya.
HUT ke-38 WHDI diikuti seluruh perwakilan dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Selain lomba, rangkaian kegiatan juga mencakup dharma wacana keagamaan, ngayah di pura, keterlibatan dalam penyusunan buku saku Dharma Gita, kunjungan sosial ke panti werdha, donor darah, hingga sosialisasi pengelolaan sampah dan perilaku hidup bersih dan sehat di pura.
Tak hanya itu, WHDI juga mulai menggagas sosialisasi pranikah bagi umat Hindu, termasuk pembekalan bagi calon pengantin tentang peran dan tanggung jawab dalam rumah tangga berbasis ajaran Hindu.
“Kita ingin membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa. Budaya tidak cukup dikagumi, tetapi harus dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan dengan benar sesuai relevansi zaman,” pungkas dr. Made Ayu Witriasih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....