Penguatan UMKM Berbasis Sustainability Promosi Perdagangan Bali Jagadhita VII

  • 12 Jun 2026 10:17 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID , Denpasar - Bank Indonesia Provinsi Bali mendukung pengembangan UMKM di ProvinsiBali yang inklusif dan berdaya tahan menghadirkankembali KegiatanBali JagadhitaVII Tahun2026 dengan tema“Suddha Bumi Parahita ” kesejahteraan dunia yang harmonis dan berkelanjutan. Hal ini merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali, dalam pertumbuhan ekonomi hijau, serta penguatan pelestarian budaya.

Kegiatan ini merupakan salah satu strategi Bank Indonesia Provinsi Bali dalam mendukung program pengembangan UMKM yang salah satunya menjadikan UMKM naik kelas dan siap bersaing di pasar global. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani saat Opening Ceremony Bali Jagadhita VII di Denpasar, menyatakan dengan sinergi yang dilakukan bersama Pemprov Bali maupun pihak terkait lainnya, Bank Indonesia terus mendukung pengembangan UMKM di daerah sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah serta menjadi local wisdomBali dalam Tri HitaKarana.

”Kami berharap melalui pelaksanaan Bali Jagadhita UMKM di Balinusra semakin berdaya saing dan mampu berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan” tutur Achris Sarwani.

Achris Sarwani mengungkapkan, BaliJagadhita memiliki3 (tiga)pilar utama,yaitu Pilar Perdagangan, Pilar Pariwisatadan PilarInvestasi. Ketiga pilar tesebut akan menjadi fondasi utama dalam transformasi ekonomi Baliyang bepijak pada aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan.

Pada pilar perdagangan difokuskanpada penguatan kapasitasUMKM, perluasan akses pasar, serta promosi produk unggulan daerah. Adapun salah satu bentuk promosi perdagangan yang dilakukan berupa pameran UMKM unggulan dari berbagai sektor seperti olahan mamin lokal, kriya, body care,home decor, serta fesyen dengan konsep zero waste management sebagai dukungan terhadap pengembangan UMKM hijau maupun business matching UMKM ekspor.

Selain menampilkan produk UMKM Bali, dalam event ini juga menampilkan produk dari NTB dan NTT, terkait dengan kedekatan keterkaitan wilayah ekonomi dan perdagangan Balinusra. Achris Sarwani menambahkan, pelaksanaan Bali Jagadhita VIIyang sebelumnya telah dilalui denganberbagai kegiatan Road to Bali Jagadhita VII pada Bulan Maret hingga Mei, telah menghasilkan transaksi perdagangan dan ekspor hingga mencapai Rp30,76Miliar.

Hal ini menunjukkan bahwa UMKM Balinusra yang sudah memumpuni dan dapat berdaya saing di pasar global sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Bali dan Nusa Tenggara. "Sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan ekonomi hijau yang sejalan dengan visiPemprov Baliyaitu Nangun Sat Kerthi Loka, Bank Indonesia ProvinsiBali menghadirkan talkshow sustainability dengan tema Innovation, Inclusion and Future Economy," tuturnya.

Achris Sarwani menyebut, sebagai salah satu bentuk diseminasi kebijakan untuk mendukung sektor perdagangan, telah dilaksanakan talkshow yang menarik dan edukatif dalam rangkaian kegiatan Bali Jagadhita VII. Talkshow mengenai kesehatan khususnya perempuan sebagai salah satu pelaku usaha UMKM, memiliki tema Ruang Perempuan: Perempuan Peduli, Perempuan Terlindungi. Talkshow ini membahas mengenai kesehatan perempuan khususnya mengenai kanker serviks sebagai salah satu penyakit ganas mematikan.

Dalam skala mikroekonomi, kanker serviks dapat berimplikasi terhadap perekonomian seiring dengan pentingnya peran perempuan sebagai bagian dari tenaga kerja, penggerak ekonomi keluarga, serta pelaku UMKM yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi. Adapun narasumber pada talkshow kesehatan ini berasal dari berbagai pemangku kepentingan seperti Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr.I.GA. Raka Susanti, M.Kes; Healthy Lifestyle Influencer, Nana Mirdad; Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr.dr.I Nyoman Bayu Mahendra; serta 2 (dua) penyintas kanker serviks yang telah bersedia untuk menceritakan pengalaman pribadi untuk dapat memberikan motivasi kepada khalayak publik bahwa penyakit yang mematikanpun tetap dapat kalah dengan semangat dan tekad kuat yang dimiliki manusia untuk bersedia sembuh.

Talkshow kesehatan ini diharapkan dapat menguatkan peran pemerintah dan tenaga medis dalam menyampaikan kebijakan, program serta layanan kesehatan. Selain itu, melalui talkshow ini dapat menjadi guidance atau best practices serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan tokoh publik dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....