Kusta di Bali Masih Butuh Perhatian
- 06 Feb 2026 14:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penyakit kusta di Bali yang dikenal dengan istilah “sakit gede” masih menyisakan stigma di tengah masyarakat. Meski statusnya telah eliminasi, edukasi dan kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan agar tidak terjadi diskriminasi jika muncul kasus baru.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Bali, Dr. dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, M.Epid menjelaskan, istilah “sakit gede” kerap diasosiasikan sebagai penyakit kutukan. Padahal, persepsi tersebut merupakan stereotipe lama yang terbentuk akibat minimnya pengetahuan masyarakat.
“Kusta di Bali memang sudah berstatus eliminasi, namun bukan berarti hilang sepenuhnya. Sewaktu-waktu bisa saja muncul kasus import atau penularan lokal sehingga kesadaran masyarakat tetap harus dijaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, stigma membuat orang dengan kusta enggan memeriksakan diri atau melanjutkan pengobatan. Dampaknya, proses skrining, deteksi dini, hingga pengobatan menjadi terhambat karena adanya rasa takut dikucilkan secara sosial.
“Stigma itu terbukti menghambat pencarian layanan kesehatan. Banyak yang menarik diri karena takut didiskriminasi, padahal obat kusta sudah tersedia dan bisa menyembuhkan,” katanya.
Artawan berharap, melalui strategi komunikasi yang melibatkan tokoh masyarakat dan figur terpercaya, diharapkan stigma terhadap orang dengan kusta dapat dihapuskan. Penanganan kusta harus berfokus pada menemukan, mendiagnosis, dan mengobati hingga sembuh, bukan pada diskriminasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....