Ramah Tamah Anak Semarakkan Bulan Bahasa Bali
- 02 Feb 2026 13:33 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Kegiatan Bulan Bahasa Bali pada hari kedua, Senin 2 Februari 2026 diisi dengan ramah tamah anak yang diikuti oleh puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kota Denpasar. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan melalui konsep melajah sambil meplalianan atau belajar sambil bermain.
Para peserta dalam ramah tamah anak tersebut, diajak untuk mengenal bahasa dan budaya Bali secara langsung melalui berbagai aktivitas interaktif. Peserta tidak hanya diberikan teori tetapi langsung praktik sehingga langsung mengenal budaya Bali.
Narasumber kegiatan, Dr. Gek Diah Desy Sentana,SS,.M.Hum dari UHN IGB Sugriwa denpasar, menjelaskan anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka aktif mendengarkan satua, mengenal berbagai jenis bumbu khas Bali, serta mempelajari alat-alat upakara tradisional yang memiliki nilai filosofis dan budaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mencintai bahasa, budaya, dan kearifan lokal Bali sejak usia dini, serta mampu menjaga dan melestarikannya di tengah perkembangan zaman.
“Ruang ini Adalah ruang yang sangat penting apalagi Dinas Kebudayaan Propinsi Bali sangat memfasilitasi mereka untuk bermain dan bejar dan semoga kedepannya bisa memberikan peluang yang lebih banyak lagi tidak hanya anak-anak di kota Denpasar tetapi diseluruh Bali,”ucapnya.
Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, I Made Dana Tenaya, menyampaikan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap hari selama Bulan Bahasa Bali. Menurutnya, pembelajaran yang disertai praktik langsung akan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan dan melihat secara nyata budaya Bali yang diwariskan leluhur,” ujarnya.
Kegiatan Bulan Bahasa Bali bertujuan melindungi dan memuliakan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, dengan tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai taman spiritual untuk membangun jiwa yang mahasempurna melalui pelestarian bahasa dan sastra lokal.
Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa Bali ke- VIII dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kelurahan, desa adat, kabupaten/kota, lembaga pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi, dan tingkat provinsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....