Gowes dari Iran, Arezoo Eskandari Sambangi Puri Negara Jembrana

  • 07 Jul 2026 07:24 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Jembrana menjadi saksi bisu hadirnya misi perdamaian dunia lewat kayuhan pedal sepeda. Arezoo Eskandari, pesepeda wanita tangguh asal Iran, akhirnya menapakkan kaki di ujung barat Pulau Dewata pada Minggu 5 Juli 2026. Menariknya, lokasi utama yang langsung dikunjunginya adalah destinasi bersejarah, Puri Agung Negara, pada Senin 6 Juli 2026.

Kehadiran Arezoo di Bali tidak sekadar berwisata. Didampingi oleh petugas dari Balai Pelestarian Kebudayaan Bali, Kementerian Kebudayaan RI, perempuan yang juga menyandang status sebagai Duta Pariwisata Isfahan ini membawa misi besar: mengampanyekan slow life, menyebarkan pesan persaudaraan, sekaligus mematahkan stigma negatif tentang negaranya di tengah situasi konflik global.

Bukan tanpa alasan Puri Agung Negara menjadi magnet bagi Arezoo. Tempat bersejarah ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Jembrana sekaligus kediaman Gubernur Bali pertama, Anak Agung Bagus Sutedja.

Lebih dari itu, puri ini adalah simbol nyata kerukunan dan persatuan antara umat Hindu dan Muslim yang telah terjaga sejak era kerajaan. "Saya melakukan perjalanan ini dengan membawa misi perdamaian dan memperkenalkan budaya Iran. Saya ingin menyampaikan bahwa Iran adalah negara yang damai, dan mengajak semua orang untuk jangan takut berkunjung ke Iran tempat saya," ujar Arezoo saat ditemui di Jembrana, Senin 6 Juli 2026.

Sebelum ke puri, Arezoo juga sempat mengagumi arsitektur rumah panggung yang menjadi rumah adat warga Muslim di Kelurahan Loloan Timur. Perjalanan Arezoo ke Bali tergolong luar biasa. Ia telah menempuh jarak lebih dari 8.000 kilometer melintasi berbagai negara Asia, mulai dari, Iran (titik awal), Cina, Vietnam, Laos, Malaysia dan Indonesia.

Di Indonesia sendiri, ia telah mengayuh sepedanya selama dua bulan terakhir, memulai perjalanan dari Jakarta, menyusuri Pulau Jawa, hingga akhirnya tiba di Bali. Arezoo dijadwalkan menetap di Pulau Dewata hingga Rabu depan untuk mengeksplorasi situs budaya lain, sebelum melanjutkan petualangan ekstremnya menuju India, Nepal, dan Pakistan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....