Bulan Bahasa Bali, Pelestarian Bahasa dan Aksara Bali
- 30 Jan 2026 07:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Bulan Bahasa Bali kembali digelar sebagai upaya strategis untuk menjaga keberlangsungan bahasa, aksara, dan budaya Bali di tengah pesatnya perkembangan zaman serta dominasi bahasa asing. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi bagi masyarakat Bali agar tetap bangga menggunakan bahasa daerah sebagai identitas diri.
Dalam siaran obrolan Galang Kangin, Ajik Tibah dan Beli Kejoer menyampaikan bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol jati diri masyarakat Bali. Bahasa Bali memiliki sistem tingkatan bahasa (anggah-ungguh), aksara Bali, serta kosakata yang mencerminkan nilai etika, sopan santun, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Tibah dan Kejoer menyoroti tantangan pelestarian bahasa Bali di era modern, khususnya di kalangan generasi muda. Pengaruh bahasa asing seperti bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang yang semakin dominan dinilai berpotensi menggeser penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa Bali sejak dini.
“Bulan Bahasa Bali menjadi sarana pembelajaran melalui berbagai kegiatan, seperti pameran bahasa dan sastra Bali, buku-buku beraksara Bali, lontar, serta dokumentasi kebudayaan Bali yang dipamerkan di ruang publik, termasuk pusat-pusat kebudayaan”, ungkap Tibah.
Ditambahkan, bahwa kegiatan ini bertujuan agar masyarakat lebih mengenal, memahami, dan mengapresiasi kekayaan bahasa serta sastra Bali.
Selain itu, disampaikan pula pentingnya peran guru bahasa Bali di tingkat SMP dan SMA dalam menjaga kesinambungan pembelajaran bahasa daerah. Bahasa Bali tidak hanya dipelajari sebagai mata pelajaran, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar tetap hidup dan berkembang.
Melalui Bulan Bahasa Bali, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa bahasa Bali adalah warisan budaya yang harus dijaga bersama. Dengan terus menggunakan, mempelajari, dan melestarikan bahasa serta aksara Bali, identitas budaya Bali akan tetap kokoh dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....