Terdampar Lemas, Paus Dievakuasi dari Pantai Tembles Mendoyo
- 27 Jan 2026 18:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Seekor mamalia laut yang diduga jenis Paus Sperma Kerdil ditemukan terdampar dalam kondisi memprihatinkan di pesisir Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana Bali, pada Selasa 27 Januari 2026. Dari pantauan di lokasi, upaya penyelamatan intensif terus dilakukan oleh petugas gabungan meski kondisi satwa kian melemah.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, menjelaskan bahwa penemuan pertama kali dilaporkan oleh warga setempat pada Senin 26 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 WITA. "Saksi pertama yang merupakan pemilik warung wisata sempat berupaya mengevakuasi ikan tersebut kembali ke laut. Namun, pagi tadi satwa sepanjang 1,5 meter itu ditemukan kembali terdampar di lokasi yang sama," ujar Kompol Wayan Sartika, didampingi Pawas Iptu I Komang Triatmajaya.
Kondisi paus tersebut tampak lemas dengan sejumlah luka memar berwarna merah di bagian tubuhnya. Tim gabungan yang terdiri dari Personel Polsek Mendoyo, Babinkamtibmas, Babinsa, hingga Penyuluh Perikanan telah dikerahkan untuk mendorong kembali satwa tersebut ke tengah laut. Sayangnya, faktor kondisi fisik yang sudah sangat lemas membuat paus tersebut terus terseret kembali ke bibir pantai oleh arus laut.
Menyikapi situasi kritis ini, pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah untuk berkordinasi dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Sekitar pukul 11.25 Wita, tim Jaringan Satwa Indonesia (JSI) / Jakarta Animal Aid Network (JAAN) wilayah Buleleng, tiba di lokasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, paus tersebut memiliki panjang sekitar 210 sentimeter dan diduga terdampar akibat disorientasi. "Dugaan penyebabnya kemungkinan gangguan sonar, kehilangan arah atau lemas karena kurang makan," jelas drh. Farida Ulya Nugrahatin Dwi, Tim JSI Bali.
| Baca juga: Pilah Sampah dari Rumah Cegah Pencemaran |
Selanjutnya, paus sperma kerdil tersebut dievakuasi ke Kantor JSI/JAAN Banyuwedang, Buleleng, untuk penanganan lebih lanjut. "Jadi karena kondisinya sangat lemah, kita evakuasi ke rumah lumba di Buleleng. Semoga bisa membaik kembali dan sehat, kita akan rilis kembali," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....