Ketakson sebagai Ruh Kehidupan dan Budaya Bali
- 26 Jan 2026 10:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Ketakson atau taksu merupakan konsep penting dalam kehidupan masyarakat Bali yang tidak hanya berkaitan dengan seni dan budaya, tetapi juga menyentuh aspek etika, kepribadian, serta kesadaran hidup manusia.
Ketakson dipahami sebagai kekuatan batin, daya spiritual, dan wibawa alami yang lahir dari keselarasan antara pikiran, rasa, dan perbuatan. Hal tersebut disampaikan dalam siaran obrolan Galang Kangin yang disiarkan Pro 4 RRI Denpasar, Suara Budaya Bali,pada Senin, (26/01/2026).
Dalam pemaparannya, I Nyoman Sunarta dan BeliKejoer, menelaskan bahwa ketakson tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses panjang berupa pembelajaran, pengalaman hidup, pengendalian diri, serta kejujuran dalam menjalani peran masing-masing.
Ketakson juga tidak selalu identik dengan hal-hal besar atau sakral semata. Ia dapat hadir dalam berbagai profesi dan aktivitas sehari-hari, seperti seniman, undagi, petani, pedagang, pemimpin, hingga pekerja biasa.
“Selama seseorang bekerja dengan tulus, disiplin, dan berlandaskan Dharma, ketakson dapat tumbuh dan memancar secara alami”, ungkap Sunarta.
Dalam konteks kehidupan modern, tantangan terbesar ketakson adalah sikap berlebihan, ego, dan keinginan untuk terlihat menonjol tanpa diimbangi kedalaman makna. Ketika seseorang lebih mengutamakan pencitraan daripada proses, maka ketakson justru akan memudar. Sebaliknya, kesederhanaan, ketekunan, dan konsistensi diyakini sebagai jalan utama menumbuhkan taksu.
Sunarta dan Tibah juga menekankan bahwa ketakson berkaitan erat dengan keseimbangan desa, kala, dan patra. Artinya, setiap tindakan harus disesuaikan dengan ruang, waktu, dan kondisi sosial budaya. Ketika keseimbangan ini terjaga, maka keharmonisan hidup, baik secara pribadi maupun kolektif, dapat terwujud.
Melalui pemahaman tentang ketakson, masyarakat diharapkan tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menghargai proses dan nilai-nilai luhur yang menyertainya. Ketakson pada akhirnya menjadi cermin kualitas diri manusia dalam menjalani kehidupan yang berbudaya, bermartabat, dan berkesadaran spiritual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....