Upacara Giri Pati Agung sebagai Bentuk Penyucian
- 24 Jan 2026 17:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Giri Pati Agung, Pegat Sot, serta Caru Panca Durga Ida Bethara Tangkas. Upacara tersebut digelar Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar di Pura Luhur Dalem Mutering Jagat, Kertalangu, Kesiman, Sabtu (24/1/2026).
Upacara ini turut dihadiri Penglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Semara Putra serta Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa. Hadir pula Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, perwakilan DPRD Provinsi Bali, DPRD kabupaten/kota se-Bali, serta seluruh perwakilan Pratisantana Arya Kanuruhan.
Rangkaian upacara dipuput oleh dua sulinggih Rsi Wayahan, yakni Ida Pedanda Bodoh. Prosesi diawali dengan Pacanangan Ida Bethara Tangkas di Pura Kawitan Tangkas Pagan sebelum dilanjutkan ke Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Kertalangu.
Setelah itu, rangkaian upacara dilengkapi dengan prosesi Ngulapin di Genah Pecak Kasedayan Tangkas Dimade. Prosesi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari penyempurnaan rangkaian yadnya.
Ketua Umum Pratisantana Sira Arya Kanuruhan I Wayan Gredeg menjelaskan bahwa upacara ini bertujuan untuk penyucian dan penetralan peristiwa masa lalu secara niskala. “Upacara ini bukan semata karena adanya kutukan, melainkan bentuk yadnya untuk menetralkan segala hal akibat salah ucap, salah tindakan, atau peristiwa masa lampau,” ujarnya.
Ia menambahkan, yadnya ini dilaksanakan demi terwujudnya keharmonisan seluruh unsur kehidupan di bumi. “Tujuannya agar semuanya kembali netral, baik bagi leluhur, alam semesta, maupun gumi,” kata I Wayan Gredeg.
Menurutnya, pelaksanaan Upacara Giri Pati Agung ini merupakan yang pertama kali digelar oleh Pratisantana Arya Kanuruhan Kota Denpasar. Sebelumnya, upacara serupa pernah dilaksanakan oleh Arya Wangbang Pinatih pada tahun 2015 di lokasi yang sama.
Pemilihan Pura Luhur Dalem Mutering Jagat Kertalangu sebagai lokasi upacara memiliki keterkaitan erat dengan sejarah leluhur Arya Kanuruhan. Di wilayah ini terdapat jejak kerajaan masa lalu, mulai dari Dalem Samplangan, Dalem Segening, hingga masa pemerintahan Arya Wangbang Pinatih dan Arya Tangkas.
I Wayan Gredeg mengungkapkan, tempat tersebut juga diyakini sebagai lokasi wafatnya anak raja akibat kesalahpahaman membaca sandi kerajaan dari Puri Klungkung. “Peristiwa itu secara niskala meninggalkan jejak yang perlu disucikan melalui upacara yadnya,” ungkapnya.
Disebutkan pula bahwa Arya Kanuruhan memiliki tiga garis keturunan utama, yakni Blangsinga, Tangkas, dan Pegatepan. Dari ketiga garis tersebut, Arya Tangkas ditugaskan menjadi raja di wilayah Kertalangu. Kehadiran Ida Dalem Semara Putra dimaknai sebagai bentuk penyaksian secara niskala atas hubungan sejarah Puri Klungkung dengan keturunan Tangkas.
Dalam sejarahnya, anak raja yang diserahkan kepada Tangkas kemudian dikenal dengan nama Pangeran Tangkas Puri Agung Pagan. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara berharap pelaksanaan upacara ini membawa keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Semoga keharmonisan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa terjaga dan memberikan kerahayuan bagi kita semua,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....