Aliran Sungai di Denpasar Dilengkapi Pendeteksi Peringatan Banjir

  • 24 Jan 2026 17:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Berbagai langkah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar bersama stake holder terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dini potensi bencana banjir di Kota Denpasar. Berkaca dari kejadian 10 September 2025 lalu, banjir menerjang wilayah Kota Denpasar hingga merenggut korban jiwa.

Peristiwa tersebut menjadi alarm pengingat agar mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana banjir menjadi hal darurat yang harus segara ditangani. Salah satu langkah sigap yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar bersama staker holder terkait dengan memasang sistem peringanan dini banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Arimbawa saat sosialisasi dan penyerahan EWS tambahan yang berlangsung di Pasar Kumbasari, Jumat (23/1/2026) mengatakan, sebelumnya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar telah memasang Automatic Water Level Recorder (AWLR) di 7 DAM di Kota Denpasar dan 1 titik di Tukad Korea. AWLR ini merupakan alat pemantau ketinggian muka air sungai dan bendungan secara otomatis.

Selain itu juga dipasang satu titik Early Warning System (EWS) banjir di Tukad Badung. Alat tersebut atas dukungan dari FPRB Provinsi Bali dan BPBD Provinsi Bali yang difasilitasi oleh PLN dengan menambah 6 titik EWS di sejumlah Lokasi.

EWS ini berfungsi sebagai system peringatan dini untuk memberikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi potensi banjir. “Kalau yang dipasang oleh PLN ini sistemnya sensor yang menyentuh air, ketika airnya meningkat pada titik tertentu akan memicu sirien untuk berfungsi. Sementara satu lagi sistem infrared”, terangnya.

Arimbawa lebih lanjut menjelaskan, adanya alat tersebut hanya sebagai pengingat, namun kewaspadaan terhadap potensi bencana harus ditingkatkan. Ia menyadari bencana tidak dapat dihindari, namun dampak dari bencana dapat diminimalisir jika masyarakat selalu siaga.

“Bencana tetap bisa terjadi, namun dengan adanya EWS ini bisa menjadi penanda. Ketika ada suara mereka akan terbangun. Seperti kemarin korban sedang tidur dan lalai dengan kondisi di sekitarnya dan tetap menyelamatkan barang ketika berjualan di pasar, maka mereka kena, Sekarang sudah ada EWS ini mereka jadi bisa lebih sigap”, ungkapnya.

Adapun 8 AWLR yang sudah terpasang sebelumnya berada di Bendungan Merta Gangga, Tukad Korea, DAM Buagan, Bendungan Sempol, Tukad Rangda, Bendungan Empel Lange, Bendungan Dadas, Bendungan Umadui. Sementara itu tambahan 6 EWS yang baru dipasang ada di Pasar Kumbasari, Jembatan Pasar Bunga Wangaya, DAM Kontrol Air BWS OP3 (belakang RSUD Wangaya), Jembatan Wangaya Kampung Jawa, Jembatan Jalan Hassanudin dan Jembatan Pekambingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....