Memahami Sifat Dasar Manusia Dalam Agama Hindu

  • 12 Okt 2025 14:50 WIB
  •  Denpasar

KBRN Denpasar : Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Bagus Canirartha Satwika, dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar pada Minggu, (12/10/2025), membahas tema “Tri Guna: Memahami Sifat Dasar Manusia dalam Hindu.”

Dalam uraian berdurasi lebih dari dua puluh menit itu, Caniartha menjelaskan makna mendalam dari tiga sifat dasar manusia menurut ajaran Hindu, yakni Satwam, Rajas, dan Tamas, yang membentuk karakter, pikiran, ucapan, serta tindakan manusia.

Mengawali siaran, Canirartha menyampaikan bahwa pemahaman terhadap Tri Guna penting untuk mencapai keseimbangan hidup, keharmonisan sosial, serta pertumbuhan spiritual.

“Tri Guna bukan hanya konsep teoritis dalam filsafat Hindu, tetapi juga pedoman praktis bagi umat untuk mengendalikan sifat dasar manusia,” jelasnya.

Ia menguraikan bahwa ketiga unsur Guna ini saling berinteraksi dalam diri manusia:

1. Satwam, melambangkan kesucian, kebaikan, dan kesadaran spiritual.

Orang dengan sifat Satwam dominan cenderung berpikiran jernih, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Satwam menuntun manusia untuk hidup harmonis dengan diri sendiri, orang lain, dan alam sekitar.

“Ciri orang Satwam adalah tenang, jujur, sabar, dan berpikir rasional. Sifat ini membawa kedamaian batin dan kebahagiaan sejati,” tuturnya.

2. Rajas, menggambarkan gairah, aktivitas, dan ambisi.

Rajas mendorong manusia untuk bekerja keras, berprestasi, dan mencapai tujuan hidup. Namun, jika berlebihan, Rajas dapat menimbulkan stres, keserakahan, dan konflik.

Canirartha menegaskan bahwa Rajas perlu dikendalikan oleh Satwam agar energi dan ambisi yang besar tetap menghasilkan hal positif.

3. Tamas, melambangkan kegelapan, kemalasan, dan kebodohan.

Orang dengan sifat Tamas dominan cenderung pasif, pesimis, dan enggan berkembang. Jika tidak dikendalikan, Tamas dapat menghambat pertumbuhan pribadi maupun spiritual.

“Tamas tidak sepenuhnya buruk, karena bagian dari keseimbangan alami. Namun jika terlalu dominan, ia dapat menahan kemajuan diri,” jelasnya.

Lebih lanjut, penyuluh agama Hindu Kabupaten Badung tersebut menjelaskan bahwa ketiga sifat ini tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berinteraksi membentuk karakter seseorang.

Dengan meningkatkan Satwam, menyeimbangkan Rajas, dan mengurangi Tamas, manusia dapat mencapai kehidupan yang harmonis dan berlandaskan Dharma.

Ida Bagus Canirartha juga menekankan keterkaitan erat antara ajaran Tri Guna dengan Tri Kaya Parisudha, yaitu penyucian pikiran (Manacika), ucapan (Wacika), dan perbuatan (Kayika).

“Satwam mendorong pikiran dan tindakan menjadi bersih. Rajas perlu dikendalikan agar aktivitas tidak merusak, sementara Tamas harus dikurangi agar tidak menghalangi perkembangan diri,” paparnya.

Dalam konteks kehidupan modern, ajaran Tri Guna tetap relevan. Satwam dapat diterapkan melalui meditasi, kesadaran diri, dan kegiatan sosial; Rajas dimanfaatkan untuk bekerja keras dan berinovasi; sementara Tamas diatasi dengan disiplin, pendidikan, dan pengembangan diri.

“Dengan meningkatkan Satwam, menyeimbangkan Rajas, dan mengurangi Tamas, manusia akan mencapai keseimbangan hidup, kebahagiaan sejati, serta pembebasan spiritual atau Moksha,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....