Jeruji Besi Tak Pasung Tradisi Mepatung di Rutan Negara

  • 17 Jun 2026 10:01 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Balutan dinding kokoh dan jeruji besi ternyata tak mampu memasung semangat para warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, mereka tetap teguh melestarikan kearifan lokal lewat tradisi Mepatung pada Hari Penampahan, Selasa 16 Juni 2026.

Mepatung merupakan tradisi gotong royong masyarakat Bali berupa pemotongan hewan (umumnya babi) yang hasilnya dibagi rata, guna meringankan beban ekonomi menjelang hari raya. Uniknya, tiga ekor babi dengan berat masing-masing lebih dari satu kuintal yang dipotong hari ini, merupakan hasil peliharaan mandiri para warga binaan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Peternakan.

Daging babi tersebut kemudian didistribusikan secara merata kepada sesama warga binaan, petugas rutan, keluarga warga binaan, hingga masyarakat di sekitar rutan yang merayakan.

Kepala Rutan Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, menjelaskan bahwa esensi dari tradisi ini jauh melampaui sekadar pembagian daging. Secara filosofis, pemotongan babi disimbolkan sebagai upaya memotong sifat-sifat buruk manusia.

"Kegiatan tradisi mepatung ini rutin kita laksanakan setiap Galungan untuk menjaga kebersamaan, gotong royong, dan rasa kekeluargaan. Kami ingin menghadirkan nuansa hari raya agar warga binaan di dalam rutan tetap bisa merasakan suasana hari besar sekaligus melestarikan kearifan lokal," ujar I Gusti Agus Putra Mahendra.

Melalui lestarinya tradisi Mepatung di balik jeruji besi ini, diharapkan kerukunan dan tali silaturahmi antara petugas rutan, warga binaan, serta masyarakat sekitar dapat terus terjaga dengan baik, sekaligus menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....