Mengenal Jodoh dalam Konteks Agama Hindu
- 25 Jan 2025 13:50 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Jatukarma atau Jodoh, sering kali dikaitkan dengan bagaimana proses pertemuan antara perempuan dan laki-laki hingga bermuara di pelaminan. Namun, dalam konteks hindu, Jodoh melebihi dari perumpamaan tersebut.
Jatukarma atau jodoh, merupakan pertemuan yang nyatanya memiliki makna mendalam. Setiap pertemuan anda dengan manusia lainnya di kehidupan sehari-hari, bukanlah sebuah kesengajaan. Perjumpaan setiap manusia dalam berbagai kesempatan telah diatur oleh Yang maha Kuasa. Ida Sang Hyang Widhi, menjadi dalang dari setiap pertemuan kita. Manusia tentu dapat berinisiatif untuk menumbuhkan kesadaran, menyadari dan bahkan secara otomatis memahami bahwa ada yang mengatur dari setiap pertemuan itu.
Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementrian Agama Kota Denpasar Dr. I Nyoman Dayuh,, S.Ag., M.Si, menjelaskan setiap pertemuan antara manusia satu dengan yang lainnya, telah memiliki perjalanan yang tidak bisa di elakan.
“Sareng sire je meadu ajeng (Bersama siapa pun kita bertemu), itu memang sudah diatur oleh hukum alam, penguasa alam ini, yaitu Tuhan. Kita tidak bisa mengelak, karena sudah berjalan sesuai dengan cakra manggilingan. Perjumpaan yang sering kita alami walaupun sebenarnya sudah dipersiapkan semuanya. Tapi ternyata tiba-tiba ada kejadian misalnya sakit, kecelakaan, hujan dll. Pada akhirnya kita bisa saja akhirnya berjumpa atau tidak berjumpa pada waktu yang kita inginkan.” Tuturnya pada acara Mutiara Pagi, Rabu (22/01).
Gagalnya sebuah perjumpaan merupakan pertanda bagi diri kita. Nyoman Dayuh lebih lanjut menjelaskan, tidak hadir atau terlambat pada sebuah pertemuan itu, pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan olah Sang Penguasa alam. Ala ayu dewasa yang kita peroleh merupakan konsekuensi dari jalan yang telah ditentukan. Gagal bertemu atau terlambat pada sebuah kegiatan bukan memberi kita rasa pesimistik.
“Tapi, (gagal atau terlambat) itu sebenarnya perjalanan yang memang mengalir dari beliau-Nya. Bukan berarti menyerah dengan jalan tuhan saja, tapi tentu kita harus sadar bahwa yang kita lakukan didunia ini adalah sesuai dengan kehendaknya.” Lanjutnya
Pertemuan dengan siapapun dan dalam kondisi bagaimanapun, menurut Dayuh harus di syukuri. Dengan harapan bahwa setiap perjumpaan dapat menumbuhkan cinta kasih. Dalam konteks hubungan manusia, catur asrama atau empat tahapan kehidupan manusia memiliki peran juga dalam hal tersebut. Mencari jodoh, mempertautkan diri antara Perempuan dan laki-laki menuju jenjang grhasta asrama.
“Kalau kita telisik kembali, setiap kehidupan sosial, jodoh ini kan menjadi sesuatu yang alami dan kondrati diri manusia, bahwa setiap lawan jenis fisik, akan ada pertemuan. Setiap yang kita cari, akan memberikan dampak pada diri kita. Setiap pertemuan pasti akan ada pesan yang dibawa Perempuan dan laki-laki ini untuk disampaikan. Ada energi atau hukum tarik menarik yang membuat kita akhirnya kecantol atau ketemu dengan seseorang. Kok ada vibrasi/energi yang mempertemukan kita? Yang Namanya jodoh dengan konteks Perempuan dan laki-laki, itu soal vibrasi.” Papar Dayuh.
Diakhir penjelasannya, Dayuh berpesan bahwa jodoh yang kita peroleh menjadi momentum untuk harmoni, saling memaafkan, dan saling memahami. Kita berbeda namun satu sisi kita memiliki kesamaan, sama-sama ada kebaikan maupun keburukan. Namun bisa saling melengkapi untuk lebih sempurna dalam konteks hubungan laki dan Perempuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....