Kasus Rabies di Bali 2024: Tujuh Kematian dan Puluhan Ribu Gigitan
- 20 Jan 2025 14:47 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Kasus rabies di Bali masih menjadi perhatian serius. Angka gigitan hewan penular rabies (HPR) dan kematian akibat rabies menuntut masyarakat harus meningkatkan kesadaran terhadap penyakit ini. Meski vaksin rabies tersedia dan aman, tingginya kasus rabies sepanjang tahun 2024 menunjukkan masih ada tantangan dalam edukasi dan penanganan.
Kepala Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti kepada RRI di Denpasar memaparkan, hingga akhir 2024 tercatat sebanyak tujuh kematian akibat rabies dan 55.767 kasus gigitan anjing. Ia menegaskan pentingnya penanganan cepat setiap kasus gigitan untuk mencegah resiko fatal.
"Untuk rabies ini harus mendapatkan perhatian kita semua. Kematian akibat rabies tahun ini mencapai tujuh kasus, dan angka gigitan sebanyak 55.767. Ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk terus mengedukasi masyarakat, terutama terkait pentingnya vaksinasi dan langkah penanganan gigitan yang sesuai," ungkap dr. Susanti.
Raka Susanti menambahkan, gejala awal rabies yang paling khas adalah rasa takut terhadap cahaya dan air. Penderita sering kali menolak minum karena merasakan nyeri saat menelan. Meski demikian, bagi mereka yang telah mendapatkan vaksin secara tepat di fasilitas pelayanan kesehatan, hingga saat ini tidak ada laporan kasus meninggal akibat rabies. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan anjing peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan.
"Harapan kami, masyarakat yang memiliki anjing tidak membiarkannya berkeliaran tanpa pengawasan. Rawatlah dengan baik, dan pastikan vaksinasi dilakukan secara lengkap. Jika terjadi gigitan, segera ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat," tambahnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memantau hewan yang terlibat dalam kasus gigitan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan angka kasus rabies di Bali dapat ditekan, dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pencegahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....