Sepuluh Hari Terakhir Ramadan Jadi Penentu Kualitas Ibadah
- 18 Mar 2026 08:21 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Umat Muslim diimbau untuk tetap menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah di hari-hari terakhir bulan suci Ramadan, meskipun di tengah kesibukan persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri. Direktur Pengembangan dan Budaya Sekolah Mutiara, Latifah Tri Astianti kepada RRI.CO.ID, Rabu 18 Maret 2026 mengatakan sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan momentum penting untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Amalan yang dianjurkan di akhir Ramadan adalah memperbanyak doa, istigfar, serta ibadah seperti salat malam, tilawah, dan tadabur Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menambahkan salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca di malam-malam terakhir Ramadan adalah doa memohon ampunan kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan masyarakat mempersiapkan Idulfitri, Latifah mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah yang telah dilakukan sejak awal Ramadan.
“Menjelang akhir Ramadan biasanya banyak yang mulai sibuk dengan persiapan lebaran. Namun, justru di sinilah ujian untuk tetap fokus dan konsisten menjalankan ibadah,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menanggapi fenomena masyarakat yang kerap mengalami sakit ringan di akhir Ramadan. Menurutnya, meskipun sakit dapat menggugurkan dosa, kondisi tersebut tetap perlu diobati agar tidak mengganggu ibadah. “Sakit memang bisa menggugurkan dosa jika kita ikhlas, tetapi tetap harus diobati agar ibadah bisa dijalankan dengan maksimal,” katanya.
Lebih lanjut, Latifah menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan harus terus dijaga setelah bulan suci berakhir, seperti kedisiplinan, kejujuran, dan kepedulian sosial. “Ramadan melatih kita untuk disiplin, jujur, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan. Nilai-nilai ini harus tetap dijaga meskipun Ramadan telah usai,” ujarnya.
Ia berharap momentum Idulfitri dapat dimaknai sebagai titik awal untuk kembali kepada fitrah, yaitu menjadi pribadi yang bersih dan lebih baik. “Idulfitri bukanlah akhir, tetapi awal untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama Ramadan. Momentum ini juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan silaturahmi dan kepedulian sosial,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....