Tantangan Terbesar Arvid Lindblad di GP Monaco usai Gagal Start di Kanada

  • 03 Jun 2026 05:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pembalap rookie tim Racing Bulls Arvid Lindblad bersiap menghadapi tantangan terbesar dalam karier F1 nya. Pembalap asal Inggris tersebut akan mengemudikan mobil Formula 1 untuk pertama kalinya di sirkuit jalan raya Monaco.

Tantangan di Monaco ini datang setelah ia mengalami nasib sial pada balapan terakhir di Montreal, Kanada. Lindblad gagal memulai balapan utama di GP Kanada akibat masalah teknis pada komponen kopling mobilnya.

Dilansir dari laman resmi Formula 1, kerusakan clutch tersebut terdeteksi sesaat setelah Lindblad menyelesaikan formation lap. Masalah itu membuat mobil VCARB 03 miliknya tidak bisa masuk ke dalam gigi saat lampu start menyala.

"Itu sedikit membuat frustrasi karena saya tidak mendapat kesempatan untuk berpartisipasi," ujar Lindblad dikutip dari Formula 1. Akibat insiden tersebut, mobilnya terpaksa dipindahkan dari grid dan ia hanya bisa menyaksikan balapan dari kejauhan.

Meski kecewa, Lindblad menilai akhir pekan di Kanada sebenarnya berjalan sangat positif bagi perkembangan dirinya. Peningkatan komponen pada mobil VCARB 03 miliknya terbukti berfungsi dengan sangat baik sepanjang sesi latihan.

Pembalap muda ini sukses menempati posisi kesembilan pada sesi Sprint Qualifying di Sirkuit Gilles Villeneuve. Ia bahkan berhasil mengamankan satu poin setelah finis di posisi kedelapan pada sesi Sprint Race.

Tren positif tersebut berlanjut saat Lindblad berhasil merebut posisi kesembilan pada sesi kualifikasi balapan utama. Catatan itu menjadikannya pembalap terbaik di luar delapan tim papan atas Formula 1 saat ini.

Kini fokus pembalap Racing Bulls tersebut sepenuhnya beralih ke sirkuit legendaris Monte Carlo di Monaco. Lintasan sempit ini terkenal sebagai ujian paling berat bagi setiap pembalap pendatang baru di F1.

Lindblad sendiri sudah memiliki pengalaman balapan di Monaco saat masih berkompetisi di kelas Formula 2. Tahun lalu ia berhasil finis di posisi kedelapan sesi Sprint dan podium ketiga di Feature Race. Namun, mengendalikan mobil Formula 1 di sirkuit jalan raya sekelas Monaco menuntut tingkat konsentrasi yang jauh berbeda.

"Monaco adalah sirkuit jalan raya yang sebenarnya, selalu terasa spesial bisa berkendara di sana," tutur Lindblad. Ia berharap pembaruan jet daratnya bisa membuat Racing Bulls tampil kompetitif di lintasan penuh tikungan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....