FIP Tour 2026 di Bali, PBPI Targetkan Satu Medali Asian Games
- 19 Agt 2026 05:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung- Perkembangan padel di Indonesia memasuki fase baru. Setelah tumbuh cepat dalam beberapa tahun terakhir, olahraga yang memadukan unsur tenis dan squash tersebut kini bersiap menghadapi tantangan lebih besar dengan tampil di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.
Tak berhenti di level Asia, padel juga telah mendapat tempat dalam agenda olahraga nasional. Cabang olahraga ini dijadwalkan resmi dipertandingkan pada PON XXII 2028 NTB-NTT.
Menghadapi Asian Games 2026, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) mulai mematangkan komposisi dan strategi tim. Dengan hanya dua medali emas yang diperebutkan, yakni nomor ganda putra dan ganda putri, Indonesia berencana mengirimkan delapan atlet, terdiri dari dua pasangan putra dan dua pasangan putri.
Target yang dipasang PBPI pun cukup realistis yaitu membawa pulang setidaknya satu medali dari Asian Games 2026. Wakil Ketua Umum PBPI Akash Natani menyebut peluang terbesar berada di sektor putri. Keyakinan tersebut berkaca pada pencapaian Timnas Padel Putri Indonesia yang berhasil merebut medali perunggu pada FIP Asia Cup 2025 di Doha.
"Kami sebenarnya realistis di Asian Games karena hanya memperebutkan dua emas saja di dua kategori. Kami melihat ada potensi dari tim putri untuk meraih medali karena mengacu pada perunggu yang didapat Timnas Putri Indonesia di Doha tahun lalu," kata Akash di Canggu, Minggu 16 Agustus 2026.
PBPI tidak menutup peluang sektor putra untuk membuat kejutan. Namun, target utama sektor ini lebih diarahkan pada penambahan pengalaman dan exposure menghadapi pasangan-pasangan terbaik Asia.
"Sementara untuk tim putra, fokus untuk mendapatkan pengalaman dan exposure kompetisi internasional," bebernya.
"Tapi peluang di tim putra juga masih ada. Saya harap bisa berbicara banyak di Asian Games nanti," tambah Akash.
Komposisi atlet yang akan dibawa ke Asian Games juga belum sepenuhnya final. Entry by name untuk cabang padel masih menunggu proses penetapan. PBPI telah memiliki kandidat atlet, tetapi komposisi tersebut masih dapat berubah berdasarkan performa mereka pada berbagai turnamen resmi sepanjang 2026.
Salah satu ajang yang menjadi bagian dari proses evaluasi adalah FIP Tour 2026 Bali Series yang berlangsung di Bali. FIP Tour 2026 Bali menjadi seri keempat yang digelar di Indonesia tahun ini setelah sebelumnya berlangsung di Jakarta, Yogyakarta, dan Banten.
Namun, tuan rumah belum mampu berbicara banyak di hadapan para pemain asing. Dominasi justru datang dari Spanyol yang menyapu gelar sektor putra dan putri. Di nomor putra, pasangan Spanyol Marcos Gonzalez Blanco/Martin Abuo keluar sebagai juara setelah mengalahkan kompatriotnya, Borja Thullio Cang/Miguel Morales, dengan skor 6-1, 6-4.
Sementara sektor putri juga menghasilkan final sesama pemain Spanyol. Carla Fernandez Gonzalez/Merea Guerra Santana menjadi juara setelah menundukkan Jimena Diaz La Iglesia/Vazquez Gracia dengan skor 1-6, 6-4, 0-6.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan atlet Indonesia sebelum menghadapi persaingan di Asian Games.

"FIP Tour 2026 ini kali keempat diselenggarakan tahun ini. Sebelumnya ada Jakarta, Yogyakarta, dan Banten. Saya melihat ada potensi besar dari cabor padel untuk semakin berkembang," kata Akash.
Menurutnya, semakin sering Indonesia menjadi tuan rumah turnamen internasional akan memberikan kesempatan bagi atlet lokal untuk berhadapan langsung dengan pemain-pemain berlevel tinggi tanpa harus selalu bertanding ke luar negeri.
PBPI tidak hanya membidik Asian Games. Federasi juga memiliki visi lebih panjang untuk membawa padel Indonesia menuju panggung Olimpiade.
Akash berharap padel dapat masuk sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Olimpiade Los Angeles 2028 sebelum berkembang menjadi cabang resmi pada Olimpiade Brisbane 2032.
"Harapan ke depannya selain bisa meraih medali di Asian Games, padel bisa menjadi cabor ekshibisi di Olimpiade 2028, Los Angeles, sebelum akhirnya resmi dipertandingkan di Olimpiade 2032, Brisbane," katanya.
Perkembangan padel nasional juga mendapat perhatian dari KONI Pusat. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman hadir menyaksikan rangkaian FIP Tour 2026 dan FIP Promotion yang menyasar pemain U-18 di Bali.
Meski persiapan dan keberangkatan kontingen Asian Games berada dalam ranah NOC Indonesia, KONI Pusat tetap memberikan dukungan terhadap pembinaan padel nasional.
Marciano berharap keikutsertaan padel pada Asian Games 2026 bisa menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mulai membangun prestasi di level Asia.
"Saya berharap pada Asian Games nanti padel ini juga bisa memberikan satu catatan penting bagi perjalanan olahraga Indonesia. Saya juga berharap ke depan prestasinya akan semakin baik," tuturnya.
Menurut Marciano, dukungan KONI diarahkan pada penguatan tata kelola organisasi dan sistem pembinaan prestasi. Salah satunya dengan memperbanyak kompetisi, memberikan ruang bagi atlet pemula, serta mendorong pemain senior rutin mengikuti turnamen internasional.
"Support KONI, kita mendukung PBPI melakukan tata kelola organisasi dengan baik. Yang kedua, melakukan tata kelola pembinaan prestasi dengan baik. Dengan cara makin banyak kompetisi, memberikan ruang kepada atlet-atlet pemula, dan atlet senior juga terus mengikuti event-event internasional di luar negeri," jelasnya.
Dengan Asian Games 2026 semakin dekat, FIP Tour menjadi lebih dari sekadar turnamen. Bagi PBPI, setiap pertandingan menjadi bagian dari proses seleksi, pengukuran kekuatan, sekaligus persiapan menuju target yang lebih besar: membawa padel Indonesia naik kelas di panggung Asia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....