Kemenko Perekonomian Dorong Penguatan Industri dan Pertumbuhan Ekonomi
- 22 Sep 2026 15:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jepang - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menutup rangkaian kunjungan kerja di Nagoya dengan menggelar Business Discussion Lunch bersama para pelaku Industri Otomotif Nasional dan Mitra Jepang dikutip dari ekon.go.id. Pertemuan yang berlangsung di Izakaya Morinokura ini menjadi jembatan antara wawasan teknologi yang diperoleh dari kedua pertemuan dan kunjungan kerja sebelumnya di Nagoya, dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan mitra Jepang.
Sesmenko Susiwijono Moegiarso menegaskan dari rangkaian kunjungan dan pertemuan bisnis di Nagoya ini memperlihatkan satu benang merah yang jelas yakni daya saing industri dibangun dari perpaduan antara penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok yang kokoh. Hal yang sama menjadi fondasi bagi upaya Indonesia memperkuat industri manufaktur dan industri otomotif nasional.
Sesmenko Susiwijono menyampaikan Pemerintah Indonesia telah menandatangani 25 perjanjian perdagangan internasional, baik FTA maupun CEPA, dan telah menyelesaikan proses ratifikasi untuk mendorong percepatan implementasi dalam upaya memperluas akses pasar. Salah satu yang terdekat yakni IEU-CEPA, yang proses ratifikasinya dijadwalkan mulai November 2026 dengan target implementasi pada Januari 2027.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah membaiknya outlook ekonomi global 2027 yang diproyeksikan di kisaran 3,2-3,3 persen. Dari sisi domestik, Sesmenko Susiwijono memastikan Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi yang saat ini masih didominasi sektor konsumsi dan investasi.
Berbagai program bantuan sosial, subsidi, dan insentif fiskal dijalankan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat dari sisi demand. Di sisi lain, Pemerintah membuka jalan bagi sektor-sektor pertumbuhan baru, khususnya kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, melalui kerja sama internasional yang tengah dijajaki.
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan ARM pada awal tahun, kemudian menjadi anggota WAICO, dan saat ini sedang dalam proses penjajakan dan komunikasi dengan PAX Silica. Keikutsertaan Indonesia dalam forum-forum global tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi, khususnya di sektor otomotif yang semakin bergantung pada komponen semikonduktor dan teknologi cerdas.
Para pelaku usaha memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan pandangan secara terbuka mengenai iklim investasi di Indonesia, termasuk tantangan perizinan, akses pembiayaan bagi IKM pendukung industri otomotif, serta isu sertifikasi TKDN dalam masa transisi menuju kendaraan listrik. Pemerintah menyambut baik seluruh masukan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan kebijakan melalui langkah-langkah konkret, termasuk penanganan hambatan investasi yang tengah berjalan.
Pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jepang, khususnya di sektor Industri otomotif dan komponen pendukungnya. Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga bagian dari rantai nilai global, dan menjadi basis utama untuk produksi ekspor ke lebih dari 100 negara tujuan ekspor. Melalui dialog yang terbuka seperti ini, Pemerintah optimis kemitraan Indonesia–Jepang dapat terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....