Kick Off Road to Harbolnas 2026 Akselerasi Ekonomi Digital

  • 28 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah berkomitmen mendorong penguatan ekosistem ekonomi digital nasional sebagai salah satu pilar utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional terus diakselerasi melalui perluasan akses pasar berbasis digital.

Untuk memastikan produk-produk buatan dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri, Pemerintah secara konsisten memfasilitasi kolaborasi antara pelaku e-commerce, asosiasi industri, dan UMKM guna memperluas jangkauan pasar hingga ke seluruh Nusantara. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026 dikutip dari ekon.go.id.

“Pada tahun 2026, Harbolnas memasuki tahun ke-14, event ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.

Menko Airlangga mengatakan, Harbolnas 2026 akan diselenggarakan pada 10–16 Desember 2026 mendatang ditargetkan mampu mencatatkan kenaikan transaksi hingga menembus angka Rp40 triliun, meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp36,4 triliun. Peningkatan nilai transaksi ini menjadi momentum krusial untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal keempat..

Menko Airlangga mengungkapkan, penguatan sektor e-commerce Indonesia didukung potensi ekonomi digital nasional yang sangat besar, di mana nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati USD100 miliar. Indonesia juga tercatat sebagai pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penjual mencapai 800.000 serta pertumbuhan transaksi hingga hampir 90% menjadi 2,6 miliar transaksi, yang ditopang oleh penetrasi pengguna aktif media sosial yang telah menembus lebih dari 180 juta jiwa dan tumbuh 26% per tahun.

Untuk memperkuat daya saing produk lokal, Menko Airlangga menekankan pentingnya optimalisasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) melalui pengembangan algoritma rekomendasi berbasis personalisasi konsumen. Selain itu, integrasi antara platform e-commerce dan perluasan pasar ekspor juga disiapkan melalui implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di tingkat ASEAN yang berpotensi melipatgandakan nilai pasar digital ASEAN menjadi USD2 triliun, dengan porsi Indonesia mencapai USD600 miliar.

Penguatan ekosistem digital tersebut turut didukung oleh fasilitas sistem pembayaran QR Cross-Border (QRIS) antarnegara ASEAN yang memberikan efisiensi tinggi bagi pelaku usaha tanpa beban merchant discount rate (biaya nol untuk pedagang). Kehadiran platform digital dan kemudahan pembayaran ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak UMKM lokal, khususnya produk-produk artisan, untuk go digital dan menembus pasar global tanpa terhambat hambatan non-tarif.

“Pemerintah senantiasa berkomitmen dalam mendukung penguatan ekosistem e-commerce nasional melalui penyusunan regulasi yang adaptif, penyediaan infrastruktur digital hingga ke pelosok negeri, serta fasilitasi kolaborasi antara pelaku e-commerce, UMKM, asosiasi industri, dan konsumen,” tutur Menko Airlangga.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan momentum Road toHarbolnas 2026 menjadi ajang krusial dalam memperkuat daya saing produk dalam negeri di tengah pesatnya transformasi teknologi digital. “Harbolnas 2026 menjadi katalisator penting bagi UMKM lokal untuk mengoptimalkan potensi pasar digital yang kian imersif dan inklusif. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjaga iklim usaha digital yang kondusif agar produk-produk buatan dalam negeri semakin menjadi pilihan utama masyarakat,” ujar Jubir Haryo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....