PLTS Gilimanuk Ditargetkan Beroperasi 2028
- 26 Agt 2026 07:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana — Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional. Program tersebut diawali dengan 14 proyek PLTS di enam provinsi, termasuk PLTS Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali.
Peluncuran dan groundbreaking PLTS 100 GWp Site Gilimanuk berlangsung di Kecamatan Melaya, Jembrana, Selasa 25 Agustus 2026. Prabowo hadir didampingi Gubernur Bali Wayan Koster serta sejumlah menteri dan pejabat terkait.
Dalam peluncuran tersebut, Prabowo menegaskan program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi Indonesia. Pemerintah menargetkan pembangunan tersebut terealisasi dalam tiga tahun dan membuka kemungkinan target itu tercapai lebih cepat.
"Ini merupakan program untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia. PLTS 100 GWp ini ditargetkan dapat tercapai dalam waktu tiga tahun, bahkan dapat lebih cepat," kata Prabowo.
PLTS Gilimanuk dirancang untuk mengurangi ketergantungan sistem kelistrikan Bali terhadap pembangkit berbahan bakar minyak (BBM). Proyek tersebut akan dipadukan dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau battery energy storage system (BESS).
PLTS Gilimanuk memiliki kapasitas pembangkitan 300 megawatt peak (MWp) dengan kapasitas BESS mencapai 1.000 megawatt-hour (MWh). Proyek ini diproyeksikan menghasilkan energi sekitar 470 gigawatt-hour (GWh) per tahun.
Pembangunan PLTS tersebut membutuhkan lahan sekitar 321 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp9,157 triliun. Proyek ini diperkirakan mampu menghemat konsumsi BBM hingga 151.000 kiloliter per tahun.
PLTS Gilimanuk nantinya akan terhubung dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Negara-Gilimanuk. Proyek tersebut menggunakan skema independent power producer (IPP), dengan pembelian tenaga listrik PLTS melalui skema energy payment dan BESS melalui capacity payment.
PLTS Gilimanuk ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau commercial operation date (COD) pada 2028. Secara nasional, program PLTS 100 GWp diawali dengan 14 proyek yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.
Status pengembangan proyek tersebut beragam, mulai dari siap tender, konstruksi, groundbreaking, hingga peresmian. Program PLTS 100 GWp secara nasional membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun.
Selain memperkuat ketahanan energi, program ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui penghematan penggunaan BBM dan penciptaan lapangan kerja. Potensi penghematan BBM diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun.
Sementara itu, kebutuhan tenaga kerja konstruksi diproyeksikan mencapai sekitar 3,465 juta orang dan sektor manufaktur sekitar 2,053 juta orang. Program tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada energi dan hilirisasi.
Dalam peluncuran di Jembrana, Prabowo menegaskan pemerintah akan mengawal target pembangunan PLTS 100 GWp dengan kerja nyata. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas pembangkit energi terbarukan, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....