Indonesia Jerman Perkuat Kemitraan dorong Ekspansi ke Pasar Eropa
- 20 Mei 2026 11:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi bilateral sebagai upaya untuk memperluas peluang perdagangan, investasi, dan akses pasar global bagi pelaku usaha nasional. Dalam kerangka tersebut, kemitraan strategis antara Indonesia dan Jerman menjadi salah satu fokus penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional, khususnya melalui pengembangan kapasitas dan jejaring bisnis pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Salah satu wujud konkret dari kemitraan tersebut adalah melalui pelaksanaan Program Partnering in Business with Germany. Hal itu dikatakan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera dalam Alumni Gathering Program Partnering in Business with Germany di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026 dikutip dari ekon.go.id.
“Program Partnering in Business with Germany sebagai instrumen konkret untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing industri kecil dan menengah Indonesia agar mampu terintegrasi ke dalam rantai pasok global, khususnya pasar Eropa,” ujarnya.
Plt. Deputi Dida juga menambahkan Program Partnering in Business with Germanymerupakan bagian dari komitmen kerja sama ekonomi dan investasi antara Indonesia dan Jerman yang diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan Joint Economic and Investment Committee (JEIC) Indonesia–Germany antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman. Program ini menjadi bagian dari inisiatif kemitraan perdagangan bilateral Pemerintah Jerman dengan berbagai negara mitra, termasuk Indonesia sebagai upaya mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.
Program Partnering in Business with Germany batch pertama ini berupa program pelatihan dan pengembangan manajerial usaha yang telah dilaksanakan di Jerman pada 19 Januari hingga 5 Februari 2026 dengan melibatkan 21 peserta dari 19 IKM yang mewakili perusahaan dari seluruh Indonesia pada sektor makanan dan minuman. Rangkaian kegiatan mencakup sesi pembekalan awal, pelatihan, kunjungan perusahaan, serta pertemuan bisnis dengan mitra usaha dari Jerman.
Melalui rangkaian program tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan memenuhi standar pasar global. “Apabila industri kecil dan menengah Indonesia mampu memenuhi standar dan diterima di pasar global, maka peluang untuk memperluas akses ke berbagai pasar internasional lainnya akan semakin terbuka,” ungkap Plt. Deputi Dida.
Kegiatan Alumni Gathering merupakan tahap akhir dari rangkaian program yang bertujuan untuk merefleksikan hasil pelaksanaan program, berbagi pembelajaran antarperusahaan, memperkuat jejaring alumni, serta mempererat hubungan dengan para pemangku kepentingan strategis dari Indonesia maupun Jerman. Program ini juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan penetrasi pelaku industri nasional ke pasar Eropa sekaligus membuka peluang kolaborasi dan inovasi yang lebih luas melalui transfer pengetahuan dan penguatan kemitraan jangka panjang.
Plt. Deputi Dida menyampaikan agar seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, khususnya dalam memperkuat sinergi pengembangan industri kecil dan menengah serta pendampingan menuju pasar global. Diharapkan industri nasional dapat terus meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing di tingkat global.
“Kami berharap kegiatan Alumni Gathering ini dapat menjadi wadah untuk merefleksikan pelaksanaan program, memperkuat jejaring antar peserta dan pemangku kepentingan, serta mendorong keberlanjutan kolaborasi dalam pengembangan dan peningkatan daya saing industri kecil dan menengah Indonesia,” pungkas Plt. Deputi Dida.
Sementara itu, Head of Division VB4 Kementerian Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi Republik Federal Jerman (BMWE) Ulrich Niemann menambahkan selama tiga minggu pelaksanaan program di Jerman, para peserta telah mengunjungi sepuluh perusahaan Jerman dan menghadiri dua pameran besar sektor makanan, yakni Green Week di Berlin serta International Sweets and Snacks Fair di Cologne. Selain itu, sebanyak 105 pertemuan bisnis juga difasilitasi selama program berlangsung dengan rata-rata hampir lima pertemuan business-to-business bagi setiap peserta.
Menurutnya, hal tersebut mencerminkan tingginya minat perusahaan-perusahaan Jerman untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia. Ulrich Niemann juga menyampaikan berdasarkan hasil evaluasi program, para peserta dinilai mengalami peningkatan kompetensi internasional, khususnya dalam analisis pasar, komunikasi bisnis, negosiasi bisnis, penjajakan mitra usaha, serta pemahaman terhadap budaya bisnis Jerman.
Kemudian, sejumlah peserta juga telah menandatangani kesepakatan pra-kontrak maupun kontrak penuh dengan perusahaan Jerman, sementara peserta lainnya masih melanjutkan proses negosiasi dan penyesuaian operasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....