Indonesia-Tingkok Perkuat Kemitraan Ekonomi dengan Bangun Investasi Baru
- 06 Agt 2026 08:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Tiongkok kembali memperkuat kemitraan ekonomi melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memperluas kerja sama investasi kedua negara, serta membuka jalan bagi pengembangan kawasan industri modern di Kabupaten Bangkalan, Madura yang diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
Prosesi penandatanganan kerja sama mencakup penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee serta penandatanganan Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance dengan Wiraraja Madura Industrial Estate. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Penandatanganan Strategic Cooperation Framework Agreement antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park, di Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026 dikutip dari ekon.go.id menyampaikan Pemerintah akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai negara mitra strategis guna mempercepat pengembangan kawasan industri, membuka lapangan kerja serta menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
“Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini kedepannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” ujar Menko Airlangga.
Menko Airlangga menambahkan, pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan semakin melengkapi hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini terus berkembang, baik melalui peningkatan investasi maupun perdagangan bilateral. “Kemudian ini akan melengkapi kerjasama antara Indonesia dan China. Karena Indonesia dan China juga sudah punya bilateral swap arrangement (Bilateral Currency Swap Arrangement atau BCSA) yang sampai dengan 50 miliar dolar. Harapannya bisa juga trade menggunakan currency masing-masing sehingga tidak tergantung kepada currency yang lain,” jelas Menko Airlangga.
Menko Airlangga menyebut, melalui kerja sama tersebut, sejumlah klaster industri dari Tiongkok direncanakan akan dikembangkan di Kawasan Industri Wiraraja Madura, di antaranya industri cokelat, matras, tekstil, hingga benang, serta berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya. Pengembangan kawasan tersebut juga didukung percepatan penyelesaian perizinan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta instansi pelayanan perizinan, sehingga realisasi investasi dapat segera dimulai dan memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi Madura dan Jawa Timur.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate Akhmad Ma'ruf Maulana, menyampaikan, kawasan industri tersebut dirancang menjadi pusat manufaktur terpadu yang mendukung sektor industri, logistik, dan energi ramah lingkungan. Kehadiran mitra strategis dari Guangdong diharapkan mampu mempercepat masuknya investasi baru serta memperluas peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional.
Sementara itu, Wali Kota Zhanjiang Republik Rakyat Tiongkok Li Yongyi, menyampaikan Indonesia merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Kota Zhanjiang. Menurutnya, kerja sama antara Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dan Wiraraja Madura Industrial Estate diharapkan menjadi model kolaborasi konkret dalam implementasi Two Countries Twin Parks (TCTP), melalui penguatan investasi, pertukaran informasi industri, serta pengembangan kapasitas produksi kedua negara.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. “Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga menjadi langkah konkret Pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah optimistis pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur maupun kawasan timur Indonesia,” imbuh Jubir Haryo.
Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, tercermin dari meningkatnya nilai perdagangan dan investasi kedua belah pihak. Pada tahun 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia mencapai 2,461 miliar yuan atau meningkat sebesar 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, hingga saat ini tercatat 8 perusahaan asal Zhanjiang yang telah merealisasikan investasi di Indonesia melalui 12 proyek dengan total nilai investasi mencapai USD370 juta, sementara 6 perusahaan Indonesia juga telah menanamkan modal di Zhanjiang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....