Penanganan TB Dipercepat, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama
- 28 Apr 2026 22:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Tanah Papua melalui penguatan deteksi dini, peningkatan kepatuhan pengobatan, serta kolaborasi lintas sektor yang lebih masif. Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus dikutip dari kemenkes.go.id menegaskan TB menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam program prioritas kesehatan nasional.
“Kita fokus pada pemberantasan tuberkulosis sebagai bagian dari program prioritas. Intinya adalah kolaborasi lintas sektor agar penanganan TB bisa berjalan optimal,” ujar Wamenkes Benjamin.
| Baca juga: Wamen LH Kunjungi TPS3R Sapuh Jagat Bali |
Berdasarkan data, sekitar 4% kasus TB nasional berasal dari Tanah Papua, namun tantangan utama terletak pada masih rendahnya penemuan kasus dan belum optimalnya pelacakan kontak (tracing kontak serumah pasien TB). Bahkan, sebagian besar wilayah di Papua belum mencapai target penemuan kasus TB secara nasional.
Wamenkes Benyamin mengatakan, capaian layanan kesehatan untuk TB secara nasional baru mencapai 89,55%, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam akses dan mutu layanan, terutama di wilayah dengan keterbatasan geografis seperti Papua. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong sejumlah langkah strategis antara lain, peningkatan skrining masiv dan pelacakan kontak TB yang terintegrasi dengan CKG (cek kesehatan gratis), penguatan pendampingan pasien untuk memastikan kepatuhan pengobatan hingga tuntas, serta didukung dengan integrasi sistem pelaporan secara real-time dan pelibatan kader, keluarga maupun komunitas dalam penanganan pasien.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, menegaskan pentingnya dukungan kebijakan daerah dalam percepatan eliminasi TB. “Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera menetapkan Rencana Aksi Daerah serta membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC, agar intervensi di lapangan dapat berjalan lebih terarah dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Papua, Drs. Mathius D. Fakhiri, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat upaya penanganan TB bersama pemerintah pusat. “Kami memiliki komitmen untuk bersama-sama mengatasi persoalan TB yang masih menjadi tantangan besar di Papua. Dengan dukungan pusat dan kolaborasi lintas sektor, kami optimis penanganan TB dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.
Mathius D. Fakhiri juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan, khususnya dalam penguatan tenaga kesehatan dan pembiayaan program. “Kami berharap dukungan anggaran dan penguatan tenaga kesehatan terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....