Kemenkes Pastikan Pengawasan Ketat Jaga Kualitas Makanan Bergizi Gratis
- 21 Apr 2026 21:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Oktovianus, mengapresiasi konsistensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hasil kolaborasi Swasta Grab-Ovo. Hal tersebut disampaikan Wamenkes Benjamin Paulus Oktovianus saat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan program di Sekolah Khusus (SKh) Negeri 01 Tangerang Selatan dikutip dari kemenkes.go.id.
Program MBG ini memperkuat aspek keamanan pangan melalui mekanisme inspeksi rutin dan pemanfaatan Command Center berbasis kecerdasan buatan (AI). Implementasi mencakup pengawasan menyeluruh, mulai dari mitra UMKM penyedia makanan, sekolah penerima manfaat, hingga pusat kendali distribusi di Grab Support Office Poins Square.
Wamenkes Benny menilai inisiatif ini berhasil menjaga standar kelayakan secara konsisten selama satu tahun berjalan. “Kami melihat kualitas makanan yang disajikan sangat luar biasa; anak-anak menikmati dengan lahap dan kebersihannya sangat terjaga. Hal paling membanggakan adalah konsistensi program ini, di mana tidak pernah ada laporan gangguan kesehatan atau keracunan makanan,” ujar Wamenkes Benny.
Kunjungan ini bertujuan memastikan standar kualitas pada proses pembuatan dan sistem pengawasan tetap dipertahankan. Di SKh Negeri 01 Tangsel, program menyasar 187 siswa berkebutuhan khusus dengan penyajian adaptif, seperti penyesuaian tekstur makanan serta pembatasan gluten dan MSG.
Dalam skala nasional, Kemenkes bertindak sebagai leading sector dalam menetapkan standar gizi dan keamanan pangan program MBG. Kemenkes menyusun standar menu yang mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang dan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Untuk mencegah kontaminasi, pengawasan dilakukan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan secara berjenjang di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kemenkes juga masif meningkatkan kapasitas SDM, sepanjang Maret 2025 hingga Maret 2026, sebanyak 213.344 penjamah pangan telah mengikuti kursus keamanan pangan daring.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memastikan setiap makanan yang disalurkan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga melewati proses kebersihan yang ketat di setiap tahapannya. "Melalui dukungan teknologi AI dan pemantauan terpusat di Command Center, kami dapat memantau proses secara real-time untuk menjaga konsistensi kualitas, higienitas, serta transparansi, sehingga makanan yang diterima anak-anak tetap aman dan dapat dipercaya," ujar Neneng.
Selain itu, pada Februari 2026, sebanyak 212 peserta lulus sebagai Fasilitator Penjamah Pangan dan 6.219 Kepala serta Ahli Gizi SPPG juga telah menyelesaikan program peningkatan kapasitas serupa. Upaya ini dibarengi percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh dinas kesehatan setempat.
Data Kemenkes per 18 April 2026 menunjukkan 13.956 SPPG (52,69% dari total 26.489 unit operasional di 37 provinsi) telah memiliki SLHS sebagai jaminan mutu keamanan pangan siap saji bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....