PMI di Timur tengah Alami Trauma Psikologis, Belum Ada Pemulangan Massal

  • 08 Apr 2026 10:23 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Situasi konflik di kawasan Timur Tengah hingga saat ini belum memberikan dampak fisik secara langsung terhadap pekerja migran Indonesia (PMI). Para PMI di sejumlah negara di kawasan tersebut masih menjalankan aktivitas kerja seperti biasa, meskipun sebagian dilaporkan mengalami tekanan psikologis akibat kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Republik Indonesia, Mukhtarudin, mengatakan dampak yang dirasakan sebagian PMI di Timur Tengah lebih bersifat trauma psikologis akibat suara rudal atau ledakan. Ia juga menegaskan Iran bukan negara penempatan resmi PMI, sehingga jika ada WNI di sana umumnya berada secara mandiri dan bukan melalui penempatan pemerintah.

“Iran bukan negara tujuan penempatan PMI secara resmi. Kalaupun ada WNI di sana, sifatnya mandiri. Sementara PMI di Riyadh, Qatar, Abu Dhabi, dan Dubai sejauh ini hanya mengalami dampak psikologis, dan belum ada eksodus atau pemulangan.” jelasnya.

Mukhtarudin menambahkan pemerintah terus memantau perkembangan situasi melalui laporan perwakilan Indonesia di luar negeri. Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk imigrasi, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat.

“Belum ada eksodus atau pemulangan PMI dari Timur Tengah. Namun pemerintah telah berkoordinasi dengan perwakilan di luar negeri, imigrasi, kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan opsi evakuasi jika kondisi darurat terjadi.” ungkapnya.

Ia menegaskan hingga saat ini belum terjadi eksodus PMI dari kawasan Timur Tengah. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk opsi evakuasi apabila situasi keamanan mengalami eskalasi, sekaligus memastikan perlindungan serta komunikasi dengan keluarga PMI di Indonesia tetap berjalan dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....