Ekosistem Emas Menguat, Roadmap Pengembangan Bullion Diluncurkan
- 07 Mar 2026 12:22 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah bersama pemangku kepentingan dalam ekosistem bullion memperingati satu tahun implementasi kegiatan usaha bullion di Indonesia sebagai tonggak penguatan ekosistem emas nasional dan pendalaman pasar keuangan. Sejak diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, kegiatan usaha bullion atau Bank Emas Indonesia menjadi tonggak penting dalam pengelolaan emas nasional secara lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Satu Tahun Implementasi Kegiatan Usaha Bullion di Jakarta, Jumat 6 Maret 2026 dikutip dari ekon.go.id mengatakan, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, termasuk akibat ketegangan geopolitik Iran–AS, harga emas meningkat cukup signifikan. Perkembangan harga serta meningkatnya jumlah emas yang dikelola melalui kegiatan usaha bullion mencerminkan semakin tingginya literasi dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan emas sebagai instrumen investasi dan lindung nilai, yang pada saat yang sama turut memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional dalam menghadapi volatilitas sektor eksternal.
“Kegiatan usaha bullion khususnya emas yang telah dirintis perlu dimanfaatkan secara optimal agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perekonomian nasional,” ujarnya.
Menko Airlangga mengatakan, perekonomian Indonesia juga terus menunjukkan kinerja yang solid. Pada triwulan IV tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39 persen (yoy), sehingga secara keseluruhan ekonomi sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan sebagian besar negara G20. “Dengan dukungan stimulus fiskal, termasuk belanja pemerintah yang diperkirakan mencapai Rp809 triliun pada awal 2026 serta berbagai program untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen dan secara keseluruhan berada pada kisaran 5,4–5,6 persen sepanjang 2026,” katanya.
Menko Airlangga mengatakan, dalam jangka menengah, penguatan ekosistem bullion diharapkan mendukung transformasi ekonomi menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029 sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN 2025–2029. Kehadiran Bank Bullion menjadi bagian penting dari strategi tersebut, khususnya dalam mendorong hilirisasi emas dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
“Penguatan ekosistem ini dilakukan melalui integrasi rantai nilai emas nasional, mulai dari peningkatan kapasitas produksi dan refinery di sisi hulu hingga pengembangan jasa keuangan bullion di sisi hilir. Melalui layanan tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas, pasokan emas domestik diharapkan dapat dimanfaatkan lebih optimal sekaligus memperdalam pasar emas nasional,” ujar Menko Airlangga.
Menko Airlangga mengatakan, berbagai langkah strategis dilakukan untuk memperkuat ekosistem bullion nasional, antara lain melalui penerbitan kebijakan insentif perpajakan, serta fatwa dari DSN-MUI yang memberikan kepastian bagi pengembangan kegiatan usaha bullion berbasis syariah. Selain itu, penguatan ekosistem bullion juga terus didorong melalui peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan serta penguatan kerja sama dengan berbagai institusi internasional.
Pada kesempatan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bullion 2026–2031 sebagai arah pengembangan sektor hulu, hilir, dan jasa keuangan bullion. Selain itu, dimulai pula tahap awal pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sebagai wadah koordinasi pelaku industri emas nasional dan mitra strategis pemerintah.
Penerbitan POJK Nomor 2 Tahun 2026 mengenai ETF Emas serta proses pengkajian tokenisasi emas turut mendorong pengembangan instrumen investasi berbasis emas di pasar keuangan. Pengembangan produk bullion, penguatan sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, serta peningkatan literasi masyarakat akan terus didorong guna memperluas basis investor sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.
“Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dan berdaya saing global, kita optimalkan potensi emas nasional untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Genap setahun Bank Bullion hadir, aset kuat, masyarakat tenang,” pungkas Menko Airlangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....