Kolaborasi Revitalisasi Bahasa Daerah

  • 21 Feb 2026 20:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memiliki 718 bahasa daerah dan menjadi negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia. Namun, sebagian bahasa tersebut kini berstatus rentan, terancam punah, hingga kritis. Di tengah arus globalisasi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menjalankan Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dengan fokus pada generasi muda.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin dalam Gelar Wicara Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 bertema “Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa”, di Jakarta dikutip kemendikdasmen.go.id mengatakan, hingga 2025, revitalisasi telah dilakukan terhadap 120 bahasa daerah di 38 provinsi melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat sebagai wujud komitmen menjaga keberlanjutan bahasa dan identitas bangsa.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar bahasa daerah tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda,” ujarnya.

Hafidz menegaskan bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jembatan yang menghubungkan hati, menghidupkan sejarah, serta membawa nilai budaya dan karakter bangsa.

“Ketika sebuah bahasa daerah hilang, maka hilang pula sebagian jati diri kita,” katanya.

Ketua Harian KNIU, Ananto Kusuma Seta, mengingatkan sejarah lahirnya peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang berakar dari perjuangan bahasa di Bangladesh. Ia menegaskan pemuda merupakan pencipta bersama pendidikan masa depan. Bahasa ibu merupakan fondasi literasi dan pendidikan multibahasa.

“Bahasa ibu memuat tata krama dan nilai-nilai kemanusiaan. Bahasa daerah menguatkan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Di saat yang sama, generasi muda juga perlu menguasai bahasa asing untuk berdaya saing global tanpa kehilangan identitas nasional,” ujarnya.

Perwakilan UNESCO Indonesia, Gunawan Zakki, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, pemuda memiliki kemampuan berbagi, berjejaring, dan berkreasi, termasuk melalui konten digital yang dapat menyisipkan bahasa daerah.

Sementara itu, Duta Bahasa Provinsi Bali 2025, Ida Ayu Alit Srilaksmi, memperkenalkan inovasi aplikasi Pelindungan Bahasa dan Sastra Bali (PARASALI). Aplikasi berbasis edutainment ini memadukan kamus, permainan, dan nyanyian dalam bahasa Bali untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap aksara dan sastra Bali. Hingga 2026, aplikasi tersebut telah digunakan oleh 61.628 pengguna.

Melalui peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmen untuk memperkuat pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu, mendorong partisipasi aktif generasi muda, serta memastikan bahasa daerah tetap menjadi bagian hidup dalam ekosistem pendidikan nasional mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....