Menengok Eksistensi Jaje Sabun, Kuliner Tradisional yang Diburu jelang Hari Raya

  • 15 Sep 2026 11:45 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, suasana di berbagai pasar tradisional di Bali mulai dipadati oleh masyarakat yang berburu sarana upakara dan kuliner khas. Di antara sekian banyak pilihan jajanan tradisional, jaje sabun menjadi salah satu primadona yang paling dicari.

Kuliner legendaris ini selalu berhasil memikat lidah masyarakat lokal maupun wisatawan yang penasaran dengan cita rasa autentik khas Pulau Dewata.

Dilansir dari berbagai sumber, jajan tradisional yang unik ini terbuat dari kombinasi bahan alami yang sederhana namun menghasilkan cita rasa yang kaya. Adonan dasarnya memanfaatkan tepung ketan, santan kelapa, dan manisnya gula bali. Seluruh bahan tersebut dicampur merata, dicetak dalam bentuk pipih yang sangat tipis, kemudian dijemur di bawah terik matahari langsung hingga benar-benar kering sebelum siap untuk dinikmati atau diolah lebih lanjut.

Secara fisik, jaje sabun memiliki karakteristik tersendiri yang membuatnya mudah dikenali di lapak pedagang. Kue ini umumnya dipotong berbentuk segitiga tipis dengan tekstur luar yang keras atau tuh. Namun, saat mulai dikunyah, teksturnya akan berubah menjadi sangat lengket dan liat di mulut, memberikan sensasi makan yang unik bagi siapa saja yang mencicipinya.

Ditinjau dari segi penampilan dan rasa, jaje sabun didominasi oleh warna cokelat pekat yang berasal dari karamelisasi gula bali atau gula aren. Warna alami ini berbanding lurus dengan rasanya yang manis legit dan gurih berkat kandungan santan di dalamnya. Kombinasi rasa manis yang kuat ini membuatnya sangat cocok dijadikan pendamping minum kopi atau teh di sore hari bersama keluarga.

Keberadaan jaje sabun tidak sekadar berfungsi sebagai pengisi perut, melainkan telah melekat erat dengan tradisi dan hari raya keagamaan di Bali. Selain menjadi kudapan harian yang jamak ditemukan di pasar tradisional, kue ini memegang peranan penting sebagai salah satu pelengkap sesajen atau lungsuran saat hari raya besar Hindu. Nilai budaya inilah yang membuat jaje sabun tetap bertahan dan eksis melintasi generasi hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....