Wani Ngumpen, Mangga Bali yang Hampir Tak Punya Biji

  • 27 Agt 2026 13:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Mendengar kata mangga, yang terbayang mungkin buah dengan daging manis dan satu biji besar di bagian tengahnya. Namun, Bali memiliki Wani Ngumpen, buah lokal yang masih satu keluarga dengan mangga dan dikenal karena sebagian besar buahnya hampir tidak memiliki biji.

Wani Ngumpen merupakan salah satu kultivar dari tanaman wani (Mangifera caesia), buah lokal yang telah lama dikenal di Bali. Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng menyebut sekitar 90 persen buah Wani Ngumpen tidak berbiji, sehingga bagian daging buah yang dapat dinikmati terasa lebih banyak.

Secara rasa, Wani Ngumpen memiliki perpaduan manis dan sedikit asam dengan aroma khas yang cukup kuat ketika buah matang. Karakter tersebut membuat wani menjadi salah satu buah lokal yang memiliki nilai tersendiri, meskipun keberadaannya belum sepopuler mangga yang umum dijumpai di pasar.

Keunikan tanpa biji tersebut ternyata tidak serta-merta membuat Wani Ngumpen mudah dikembangkan. Penelitian Universitas Udayana mencatat pengadaan bibit menjadi salah satu kendala karena perbanyakan tanaman tidak cukup mengandalkan biji seperti pada tanaman yang menghasilkan biji normal.

Kondisi itu membuat keberadaan pohon Wani Ngumpen masih relatif terbatas dan belum berkembang menjadi komoditas buah dalam skala besar. Padahal, karakter buah yang hampir tanpa biji dapat menjadi salah satu keunggulan apabila diikuti dengan ketersediaan bibit, budidaya yang baik, dan pasar yang mampu menyerap hasil panen.

Wani sendiri memiliki sejumlah kultivar yang tumbuh di Bali dengan karakter yang tidak selalu sama antara satu pohon dan pohon lainnya. Penelitian tentang sumber daya genetik buah lokal Bali mencatat keberagaman tersebut sebagai salah satu kekayaan yang penting untuk dikenali dan dikembangkan sesuai karakter masing-masing.

Keberadaan buah seperti Wani Ngumpen juga memperlihatkan bahwa kekayaan pangan lokal tidak selalu hadir dalam bentuk buah yang mudah ditemukan di pasar modern. Sebagian justru masih bertahan di kebun, pekarangan, atau wilayah tertentu dan membutuhkan perhatian agar pengetahuan mengenai tanaman tersebut tidak ikut hilang bersama berkurangnya pohon yang ditanam.

Bagi Bali, Wani Ngumpen bukan hanya soal mangga yang hampir tidak memiliki biji, tetapi juga tentang bagaimana buah lokal dapat tetap dikenal di tengah semakin beragamnya pilihan buah yang tersedia saat ini. Dari sebuah pohon yang mungkin terlihat biasa, tersimpan karakter unik yang membuat Wani Ngumpen layak mendapat tempat dalam cerita tentang kekayaan buah lokal Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....