Sagu Punya Manfaat Kesehatan, Konsumsi Tetap Perlu Dibatasi

  • 06 Feb 2026 09:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Sagu, bahan pangan tradisional yang banyak dikonsumsi di wilayah Indonesia timur, dinilai memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Meski kandungan vitamin dan mineralnya relatif rendah dibandingkan tepung lain, sagu tetap berpotensi mendukung fungsi tubuh jika dikonsumsi secara tepat dan tidak berlebihan.

Dirangkum dari berbagai sumber sagu merupakan pati murni yang berasal dari batang pohon sagu. Bahan pangan ini bebas gluten dan biji-bijian, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita penyakit celiac maupun individu yang menjalani pola makan bebas gluten dan diet Paleo.

Sumber Energi dan Mudah Dicerna

Ahli gizi menyebutkan, sagu kaya akan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi cepat. Hal ini diperkuat oleh sebuah studi kecil yang melibatkan delapan pesepeda, di mana konsumsi bubur sagu terbukti meningkatkan performa olahraga hingga 4 persen dibandingkan kelompok plasebo.

Selain itu, sagu dikenal mudah dicerna dan kerap direkomendasikan bagi individu dengan gangguan pencernaan. Kandungan seratnya yang rendah justru membantu mempercepat proses pencernaan dan menjaga keseimbangan bakteri usus.

Potensi Menurunkan Tekanan Darah dan Mendukung Imunitas

Sagu juga mengandung kalium dalam jumlah kecil yang berperan sebagai vasodilator atau pelebar pembuluh darah. Mekanisme ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.

Di sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan sagu mengandung senyawa polifenol, seperti flavonoid dan tanin, yang bersifat antioksidan. Senyawa ini diyakini berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Namun, para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar studi masih dilakukan pada hewan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan pada manusia.

Dukung Sirkulasi Darah hingga Fungsi Saraf

Kandungan mineral seperti zat besi, tembaga, dan kalsium dalam sagu, meski jumlahnya terbatas, dinilai dapat membantu pembentukan sel darah merah dan mendukung sirkulasi darah. Aliran darah yang lancar berperan penting dalam proses penyembuhan serta peningkatan energi tubuh.

Tak hanya itu, sagu juga disebut dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit yang penting bagi sistem saraf. Elektrolit berperan dalam pengiriman sinyal dari otak ke otot dan organ tubuh lainnya.

Baik untuk Ibu Hamil, Namun Tetap Perlu Variasi Gizi

Sagu mengandung asam folat dalam kadar sedang yang bermanfaat untuk ibu hamil, khususnya dalam mengurangi risiko cacat tabung saraf pada janin. Kekurangan asam folat diketahui dapat meningkatkan risiko anemia, kelahiran prematur, serta berat badan lahir rendah.

Meski memiliki sejumlah manfaat, para ahli mengingatkan bahwa sagu bukan sumber gizi lengkap. Kandungan protein, vitamin, dan mineralnya jauh lebih rendah dibandingkan tepung gandum utuh atau soba.

Konsumsi Berlebihan Berisiko

Konsumsi sagu secara berlebihan berpotensi menyebabkan lonjakan gula darah karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Oleh sebab itu, sagu disarankan dikombinasikan dengan sumber protein, lemak sehat, dan sayuran agar asupan gizi tetap seimbang.

Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi secukupnya, sagu dapat menjadi alternatif pangan lokal yang bermanfaat, terutama sebagai sumber energi dan makanan ramah pencernaan. Namun, variasi makanan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....