Rengginang Bertransformasi dari Pangan Darurat Tradisional
- 10 Apr 2026 11:02 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Di tengah maraknya camilan modern, rengginang tetap bertahan sebagai salah satu makanan tradisional yang digemari masyarakat Indonesia. Teksturnya yang renyah dengan cita rasa khas menjadikannya hidangan yang hampir selalu hadir, terutama saat perayaan hari raya.
Berbeda dari kerupuk pada umumnya, rengginang dibuat dari beras ketan atau beras biasa, bukan dari tepung. Proses pembuatannya pun terbilang panjang, mulai dari perendaman, pengukusan, pemberian bumbu, pencetakan, penjemuran, hingga akhirnya digoreng. Hal ini menjadikan rengginang tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga mencerminkan nilai kesabaran dan ketekunan.
Secara budaya, rengginang memiliki makna simbolis, khususnya dalam tradisi Jawa dan Sunda. Bentuknya yang bulat melambangkan persatuan dan kebersamaan. Butiran nasi yang menyatu menjadi satu kesatuan utuh dianggap sebagai pengingat bahwa kekuatan terletak pada kebersamaan.
Menariknya, rengginang berawal dari kebiasaan masyarakat yang enggan membuang nasi sisa. Nasi yang tidak habis kemudian diolah kembali menjadi makanan baru dengan cara dijemur dan digoreng. Dari praktik sederhana ini, rengginang berkembang menjadi camilan khas dengan berbagai variasi rasa.
Menurut Jurnal Gizi dan Pangan Indonesia, rengginang mengandung karbohidrat kompleks yang dapat menjadi sumber energi. Jika menggunakan bahan seperti beras merah atau tambahan rumput laut, kandungan seratnya meningkat sehingga baik untuk pencernaan. Selain itu, rengginang juga mengandung protein nabati meskipun dalam jumlah terbatas.
Namun demikian, kandungan lemak pada rengginang perlu diperhatikan karena berasal dari proses penggorengan. Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar tetap dianjurkan agar manfaat gizinya tetap seimbang.
Seiring perkembangan zaman, rengginang mengalami inovasi baik dari segi rasa maupun kemasan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadirkan berbagai varian seperti salted egg, keju pedas, cokelat, hingga matcha. Kemasan yang lebih modern juga membuat rengginang semakin diminati sebagai oleh-oleh maupun camilan kekinian.
Dengan segala nilai budaya dan inovasi yang dimilikinya, rengginang membuktikan bahwa makanan tradisional mampu bertahan dan tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....