Nasi Tekor Desa Kertalangu Menjadi Makanan favorit Pelancong
- 18 Feb 2025 13:36 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Selain tradisi budaya dan destinasi wisatanya yang mampu menghipnotis wisatawan, Pulau Dewata juga menyimpan beragam kuliner yang masih mempertahankan nilai tradisional dalam penyajiannya, misalnya menggunakan alas dedaunan.
Warung Nasi Tekor Desa Kertalangu merupakan warung sederhana dengan konsep tempo dulu. Pintu masuknya pun berupa gapura sederhana, dengan tulisan Nasi Tekor di atasnya. Begitu memasuki warung, pengunjung akan merasakan suasana yang berbeda.
Eksterior maupun interior warung ini didominasi oleh bambu dan kayu, ditambah dengan pernak-pernik yang sangat klasik. Nasi Tekor menjadi salah satu kuliner di Bali yang masih mempertahankan cara tradisional dalam sajiannya. Tekor sendiri dalam bahasa Bali berarti alas makan yang terbuat dari daun pisang. Bentuknya kuncup segitiga.
Pemilihan daun pisang untuk alas atau piring makan ternyata juga punya banyak fungsi. Daun pisang dapat mencegah kuah mengental. Selain itu, ada penelitian menyebut, daun pisang bersifat antimikroba.
Pemilik Warung Pande Nyoman Darta (Kakek Tékor), mengatakan, resep otentik ini telah disajikan di Desa Kertalangu sejak 2015. Pengabdian Nasi Tekor untuk melestarikan kuliner Bali telah menjadi akar dalam membangun Boga Bali Living Museum sebagai sarana interaksi, edukasi, budaya, dan seni.
Dikatakan, dalam satu porsi yang disajikan isinya cukup lengkap, nasi tekor dari racikan Pekak Tekor berisi olahan serba ayam yakni, ares ayam atau sayur dari batang pisang yang masih muda, sate ayam, sayur ayam, telur ayam dan serapah ayam, atau lauk setengah basah berbahan daging ayam. Nikmatnya Nasi Tekor di Warung Nasi Tekor Mule Bali, Nostalgia Kuliner Bali Tempo Dulu. Bagi yang sering berkunjung ke Desa Wisata Kesiman Kertalangu, Denpasar, pasti sudah tidak asing dengan Warung Nasi Tekor Mule Bali.
Kini Nasi Tekor di sini menjadi favorit para pelancong yang datang ke Desa Wisata Kesiman Kertalangu. Makanan lainnya godoh pisang, godoh sele, godoh campur, godoh tape, dan limpang limpung, yang merupakan menu pendamping yang pastinya akan mengingatkan kita akan kampung halaman. Harga makanan di tempat ini dijual mulai dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 20 ribu, cukup ramah dikantong. Kedepannya, Pekak Tekor berencana memperpanjang jam buka warung sampai malam, karena saat ini hanya buka pukul 08.00 Wita sampai 17.00 Wita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....