Cegah Bunuh Diri Jangan Abaikan Stres dan Depresi

  • 17 Nov 2023 17:55 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Kasus bunuh diri menjadi masalah besar bagi kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang dan dengan penghasilan rendah. WHO mencatat hampir satu juta orang meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri dan menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia dengan rentang usia produktif 15 hingga 29 tahun.

Psikolog Retno IG Kusuma di Denpasar, Jumat (17/11/2023) mengatakan, gangguan psikologis menjadi salah satu factor penyebab seseorang mengakhiri hidup. Ia menjelaskan, bunuh diri dapat dicegah dengan mengenali tanda – tanda seseorang yang ingin mengakhiri hidup. Tanda atau ciri – ciri tersebut diantaranya sering membicarakan kegelisahan yang dialami, membicarakan tentang kematian, merasa putus asa dan tidak memiliki gairah hidup serta menarik diri dari aktivitas sehari-hari dan interaksi dengan orang lain.

“Perubahan sikap dan perilaku biasanya orangnya happy, orangnya berbaur dengan banyak teman tiba – tiba lebih banyak menyendiri dari raut wajah biasanya ceria berubah menjadi tatapan yang kosong, perubahan – perubahan sperti itu perlu kita waspadai. Terutama orang – orang yang kesehatan mentalnya menurun pasti cenderung mengisolasi diri atau memisahkan diri dari komunitasnya,” ujar Retno IG Kusuma.

Retno IG Kusuma mengungkapkan, dalam pencegahan kasus bunuh diri, keluarga memegang peranan penting dengan merekatkan interaksi dan komunikasi dengan anggota keluarga. Ia menyebut, ikatan keluarga yang harmonis akan memberikan daya tahan hidup yang tinggi bagi anggota keluarga saat menghadapi permasalahan. Sebaliknya, hubungan keluarga yang tidak harmonis rentan mendorong anggotanya untuk melakukan bunuh diri.

“Ada keluarga, teman kita atau siapapun yang kelihatan memiliki kesehatan mental yang kurang prima, maka kita perlu untuk mendekati, membantu untuk mendengarkan keluhannya apa, jika diluar kemampuan kita maka kita bisa merekomendasikan pada professional atau figure – figure yang dianggap bisa membantu menyelesaikan masalah,” pungkasnya.

sekitar 90% kasus bunuh diri dipicu masalah psikologis atau gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, dan gangguan kecemasan. Ketika seseorang menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri hidup, sebaiknya tidak dibiarkan kesepian, ajak berdiskusi dan disarankan berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater. Dengan mengenali tanda-tanda seseorang ingin mengakhiri hidup menjadi salah satu cara menekan lonjakan kasus bunuh diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....