Pentingnya Dukungan Lingkungan dalam Penanganan Kesehatan Mental di Bali

  • 01 Okt 2026 09:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Upaya pencegahan bunuh diri di Bali perlu dimulai dengan mengubah cara pandang masyarakat terhadap persoalan kesehatan mental. Membuka ruang aman, mendengarkan, serta memberikan dukungan kepada orang yang sedang menghadapi masalah dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.

Dosen Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sekaligus Aktivis Kesehatan Mental KPSI Simpul Bali, Dr. Yohanes Herdiyanto, S.Psi., M.A., mengatakan perubahan narasi tentang bunuh diri penting untuk mematahkan stigma negatif yang masih melekat di masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu membangun kepedulian terhadap orang-orang di lingkungan sekitar yang membutuhkan pertolongan kesehatan mental.

"Untuk pencegahan, kita sebagai komunitas dan masyarakat berusaha membuka ruang aman bagi sesama dan mendorong kepedulian lewat tindakan sederhana seperti mau mendengarkan, mendukung, memberikan support kepada masyarakat atau teman-teman di sekitar kita yang memang membutuhkan pertolongan kesehatan mental." jelasnya.

Yohanes menyebut Bali memiliki kerentanan tersendiri karena ketergantungan ekonomi terhadap sektor pariwisata, perubahan sosial dan adat, serta masih tingginya stigma terhadap persoalan kesehatan jiwa. Kondisi tersebut membuat masyarakat kerap memendam masalah dan takut mencari bantuan profesional karena dianggap lemah atau tabu.

"Kalau kita mau mengubah narasi tentang bunuh diri ini, jangan ditunggu bunuh dirinya. Tapi mulailah dari hari ini, sekarang, untuk mau mendengarkan orang-orang di sekeliling kita, keluarga kita, tetangga kita, saudara kita, lingkungan kita. Kalau memang ada permasalahan terkait dengan kesehatan mental, kita dukung." ungkapnya.

Ia juga menilai akses layanan kesehatan jiwa di Bali masih belum merata, meskipun secara umum layanan kesehatan jiwa sudah berkembang. Karena itu, masyarakat yang tidak mampu memberikan bantuan secara langsung didorong untuk mengarahkan orang yang membutuhkan kepada profesional kesehatan jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....