Kakap Merah Berbahaya jika Dikonsumsi, Berikut Penjelasan Pakar IPB University

  • 29 Sep 2026 15:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Kakap merah kini menjadi salah satu primadona ekspor utama Indonesia ke sejumlah negara tujuan besar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. Permintaan yang terus melonjak dipicu oleh kualitas daging kakap merah asal perairan Indonesia yang dinilai tebal, bertekstur lembut, dan kaya akan kandungan nutrisi seperti Omega-3.

Namun, belakangan ini mulai bermunculan informasi tentang kandungan racun yang ada pada ikan kakap merah (Lutjanus sp.). Berdasarkan edukasi terbaru dari pakar pangan IPB University, beberapa jenis ikan karang termasuk kakap merah berpotensi mengandung ciguatoxin (ciguatoksin), yaitu jenis racun alami yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Prof Joko Santoso, dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu langsung menghindari ikan kakap karena risiko kesehatan tidak berlaku pada semua jenis dan kondisi ikan. Menurutnya, Ikan kakap pada umumnya masih aman dikonsumsi. Risiko muncul pada kondisi tertentu, terutama terkait jenis dan ukuran ikan, habitat, lokasi penangkapan, serta cara penanganannya.

Dilansir dari laman resmi, ipb.ac.id, Prof Joko menjelaskan bahwa salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah ciguatera, yakni keracunan akibat ciguatoksin. Toksin ini tidak hilang meskipun telah dimasak.

Ciguatoksin berasal dari rantai makanan laut, termasuk mikroalga atau ganggang laut kecil seperti Gambierdiscus, yang menghasilkan toksin. Racun kemudian dapat terakumulasi pada ikan yang memakan organisme laut terkontaminasi.

Meski demikian, risiko ini tidak sama pada semua ikan kakap. Beberapa jenis kakap, terutama ikan karang berukuran besar dan bersifat predator, dapat mengandung toksin tersebut.

Spesies, habitat, ukuran, umur, dan lokasi penangkapan menjadi faktor penting. Kakap yang hidup di ekosistem terumbu karang dan berukuran lebih besar serta lebih tua cenderung lebih berisiko mengakumulasi ciguatoksin.

Kabarnya, jenis Ikan kakap tak terlihat secara fisik, lalu bagaimana cara membedakannya? ikan yang mengandung ciguatoksin tidak harus terlihat sakit dan perairannya tidak harus tampak kotor. Ikan yang mengandung toksin juga umumnya tidak menunjukkan perubahan khusus pada rasa, bau, maupun tampilan. Selain ciguatoksin, ikan dari perairan tercemar dapat mengandung merkuri atau polutan lainnya. Risiko biasanya lebih diperhatikan pada ikan predator yang besar dan berumur panjang.

Prof. Joko berpesan, “yang paling penting, jika suatu daerah memiliki peringatan resmi mengenai ciguatera, sebaiknya jangan mengonsumsi ikan karang predator dari daerah tersebut meskipun ikannya tampak sehat,”.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menghindari ikan kakap secara umum. Mengetahui asal ikan, memperhatikan jenis dan ukurannya, serta memastikan penanganan dan penyimpanan dilakukan dengan baik menjadi langkah penting, terutama untuk ikan karang predator dari wilayah yang diketahui memiliki risiko ciguatera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....