Kenapa Parfum Sebaiknya Tidak Langsung Disemprot ke Leher?
- 30 Sep 2026 07:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Menyemprotkan parfum langsung ke leher menjadi kebiasaan banyak orang karena area tersebut dianggap strategis untuk membuat aroma lebih tahan lama. Namun, bagi sebagian orang, paparan bahan pewangi pada kulit dapat memicu iritasi atau reaksi alergi.
Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa parfum dapat menjadi salah satu pemicu reaksi fotosensitif pada kulit. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika zat tertentu pada kulit berinteraksi dengan paparan sinar matahari.
“Perfumes also can cause a photosensitive eruption,” tulis Harvard Health Publishing dalam penjelasan mengenai penyebab ruam pada leher. Artinya, pada kondisi tertentu, parfum dapat berkontribusi terhadap reaksi kulit yang menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Selain paparan sinar matahari, bahan pewangi juga dapat menyebabkan dermatitis kontak pada orang yang sensitif. Tinjauan klinis mengenai reaksi terhadap fragrance menyebut leher termasuk salah satu area yang dapat mengalami dermatitis akibat paparan parfum.
| Baca juga: Anak Pendiam Belum Tentu Baik-Baik Saja |
Karena itu, orang yang memiliki kulit sensitif atau pernah mengalami kemerahan dan gatal setelah menggunakan parfum dapat menghindari penyemprotan langsung ke kulit leher. Salah satu pilihan adalah menggunakan parfum pada pakaian, terutama jika kulit mudah mengalami reaksi.
Bukan berarti semua orang harus berhenti menggunakan parfum di leher. Namun, memperhatikan reaksi kulit dan menghindari paparan langsung sebelum beraktivitas di bawah sinar matahari dapat menjadi langkah kehati-hatian, terutama bagi mereka yang kulitnya sensitif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....