Gaya Hidup Modern Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan Jantung
- 21 Sep 2026 09:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Gaya hidup modern dengan kebiasaan terlalu banyak duduk, kurang bergerak, serta konsumsi makanan ultra-proses dan karbohidrat sederhana secara berlebihan, menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan jantung, termasuk pada masyarakat usia produktif.
Hal tersebut disampaikan Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dr.Putu Primeriana Nugiaswari,Sp.JP,FIHA., ketika berbincang dalam acara Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar.
dr. Nugi menjelaskan, faktor genetik bukan satu-satunya hal yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung, karena kebiasaan sehari-hari juga memiliki peranan penting. “Pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik menjadi bagian yang perlu diperhatikan masyarakat, karena keduanya berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan tubuh dan jantung “ ujar dr. Nugi.
Ia juga mencontohkan pola konsumsi karbohidrat yang dapat menjadi berlebihan, ketika berbagai sumber makanan dikonsumsi dalam waktu yang sama, seperti roti, mi dan nasi. Karena itu, pilihan makanan perlu diperhatikan dengan mempertimbangkan jenis serta jumlahnya, termasuk memilih sumber karbohidrat yang lebih kompleks dan memperhatikan asupan makanan secara keseluruhan.
dr. Nugi menambahkan selain pola makan, olahraga juga perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh dan intensitas latihan agar tidak dilakukan secara berlebihan. Menurut dr. Nugi, masyarakat yang baru mulai berolahraga, sebaiknya menjalani latihan secara bertahap, sementara orang yang memiliki kondisi jantung tertentu, perlu menyesuaikan jenis dan target olahraga berdasarkan anjuran dokter.
Ia juga mengingatkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi tidak selalu tepat bagi semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi jantung tertentu atau baru menjalani perawatan. “Jadi tolong olahraga kardionya itu bertahap, jangan latihan intensitas tinggi yang berinterval dulu, boleh dari intensitas rendah kemudian intensitas sedang",” jelas dr. Nugi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....