Ancaman Nyata Cedera Fisik dalam Bermain Gim Mengintai di Ujung Jari

  • 19 Sep 2026 14:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kegiatan bermain gim, baik di perangkat PC, konsol, maupun telepon pintar (smartphone), sering kali dianggap sebagai aktivitas yang aman dari risiko fisik. Namun, pergerakan jari yang berulang (repetitive fine motor movements), postur tubuh yang kaku, serta durasi bermain yang panjang tanpa istirahat menyimpan ancaman cedera fisik yang tidak bisa diremehkan.

Studi dari British Journal of Sports Medicine serta publikasi medis Esports Healthcare mencatat bahwa cedera akibat pemakaian berulang (Repetitive Strain Injury / RSI) pada jari, pergelangan tangan, hingga leher dan punggung kian marak dialami oleh para gamer lintas platform di berbagai rentang usia. Berikut adalah beberapa jenis cedera utama yang paling sering mengintai para pemain gim:

1. Carpal Tunnel Syndrome (CTS):

Sering dialami pemain gim PC dan konsol akibat peradangan atau tekanan pada saraf median di dalam terowongan karpal pergelangan tangan. Penekanan berulang saat memegang tetikus (mouse) atau mencengkeram pengontrol gim (controller) dapat memicu gejala kesemutan, mati rasa pada ibu jari dan jari telunjuk, hingga kehilangan kekuatan menggenggam.

2. De Quervain’s Tenosynovitis (Gamer’s Thumb):

Cedera yang sangat populer di kalangan pemain gim smartphone dan konsol akibat peradangan pada pembungkus tendon di pangkal ibu jari. Gerakan menggeser layar sentuh secara terus-menerus atau menekan tombol analog menimbulkan rasa nyeri tajam saat ibu jari digerakkan.

3. Cubital Tunnel Syndrome & Mouse Elbow:

Penjepitan saraf ulnar di area siku akibat posisi siku yang terlipat tajam terlalu lama saat menopang smartphone atau menempel keras di meja saat menggunakan PC/konsol. Dampaknya adalah sensasi mati rasa dan nyeri yang menjalar hingga jari manis dan kelingking.

4. Tekanan Postur (Text Neck & Forward Head Posture):

Kebiasaan membungkuk dan menunduk menatap layar smartphone atau televisi dalam jangka waktu lama menyebabkan ketegangan kronis pada otot leher, bahu, dan tulang belakang. Kondisi ini memicu pusing, nyeri bahu berkepanjangan, hingga perubahan struktur postur tubuh.

Dampak nyata dari cedera ini dapat dilihat pada kasus legenda gim League of Legends asal China, Jian "Uzi" Zi-Hao, yang terpaksa mengumumkan pensiun dini pada usia 23 tahun akibat komplikasi cedera pergelangan tangan parah dan masalah kesehatan fisik kronis. Kasus serupa menimpa mantan pemain profesional StarCraft II, Hai "Hai" Du Lam, yang harus mundur dari level kompetisi puncak akibat cedera Carpal Tunnel Syndrome berulang yang membuat tangannya tidak mampu lagi merespons perintah cepat. Pensiun dini ini tidak hanya memangkas masa depan karier profesional mereka, tetapi juga berdampak pada penurunan fungsi motorik tangan dan nyeri kronis dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pencegahan cedera dilakukan dengan menjaga posisi pergelangan tangan tetap netral, mengatur sudut pandang mata yang sejajar dengan layar (termasuk tidak menunduk berlebihan saat bermain smartphone), serta melakukan peregangan jari dan pergelangan tangan setiap 45–60 menit bermain. Selain itu, menjaga kecukupan hidrasi dan berolahraga rutin untuk memperkuat otot punggung dan lengan terbukti efektif menekan risiko kerusakan jaringan saraf secara permanen.

Kesadaran akan batas kemampuan fisik dan kepedulian terhadap postur tubuh menjadi kunci utama bagi siapa saja baik pemain PC, konsol, maupun smartphone agar kegiatan bermain gim tetap memberikan hiburan yang menyenangkan tanpa merusak kesehatan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....