Tidur Berkali-Kali Bikin Sehat? Cek Faktanya!
- 09 Sep 2026 09:03 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Metode tidur polyphasic semakin populer di kalangan dewasa muda yang produktif dengan daya tarik utama penghematan waktu dan pemeliharaan stamina tubuh.
- Healthline menyediakan ulasan ilmiah komprehensif yang menguraikan kebenaran di balik tren tidur polyphasic ini dengan pendekatan yang mudah dipahami.
- Daniel Yetman menjelaskan riset medis terkait tidur polyphasic secara gamblang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada publik.
RRI.CO.ID, Denpasar - Metode tidur polyphasic kini makin populer di kalangan dewasa muda produktif. Banyak orang mengklaim metode ini hemat waktu dan bikin tubuh tetap bugar.
Ulasan ilmiah dari laman Healthline mengupas tuntas kebenaran di balik tren populer ini. Daniel Yetman menjelaskan riset medisnya secara gamblang dan mudah Anda pahami.
Metode Uberman membagi waktu tidur menjadi enam sesi masing-masing 20 menit. Total waktu tidur dalam sehari hanyalah dua jam saja secara keseluruhan.
Penelitian membuktikan metode tidur ini tidak lebih baik dari tidur biasa. Pola ini justru membawa risiko bahaya kesehatan yang sama besarnya.
Kurang tidur kronis memicu risiko diabetes, stroke, hingga penyakit jantung sistemik. Tubuh manusia tidak dirancang untuk beradaptasi dengan kondisi kurang tidur terus-menerus.
Hanya pemilik mutasi gen ADRB1 yang bisa bugar dengan tidur singkat. Tanpa gen tersebut, Anda tetap wajib tidur tujuh jam setiap malam.
Jangan mudah tergiur tren tidur singkat tanpa dasar medis yang jelas. Sayangi kesehatan organ tubuh Anda dengan menerapkan pola tidur yang wajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....