Bangun Tidur Tetap Segar walau Cuma Bentar
- 09 Sep 2026 09:04 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Fase putaran tidur memiliki pengaruh signifikan terhadap kesegaran tubuh saat bangun tidur pagi.
- Memilih waktu yang tepat untuk bangun berdasarkan siklus tidur dapat mencegah rasa lemas dan kelelahan.
- Memahami struktur dan fase siklus tidur manusia merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas harian dan kesehatan istirahat.
RRI.CO.ID, Denpasar - Bangun tidur dengan tubuh segar ternyata sangat dipengaruhi oleh fase putaran tidur. Anda bisa terhindar dari rasa lemas jika bangun pada saat yang tepat.
Laman Healthline membagikan panduan medis tentang struktur dan fase siklus tidur manusia. Informasi berharga ini ditulis oleh Daniel Yetman untuk membantu produktivitas harian Anda.
| Baca juga: Trik Mudah Ini Atasi Tidur Gerah Anda |
Satu siklus tidur manusia rata-rata berlangsung selama 70 hingga 120 menit. Tubuh kita idealnya melewati empat sampai enam kali siklus setiap malam.
Fase tidur deep sleep memulihkan fisik pada awal siklus tidur malam Anda. Sementara itu fase REM bertugas mengolah ingatan serta menjaga kesehatan mental.
Kurang tidur membuat Anda kehilangan porsi penting dari fase tidur REM. Akibatnya otak Anda tetap merasa lelah meski fisik terasa sedikit bugar.
Bangun pada fase N1 menghindarkan Anda dari kondisi pusing atau sleep inertia. Rasa segar saat bangun singkat sering kali hanya efek sementara saja.
Rencanakan waktu istirahat Anda dengan menghitung siklus tidur secara cermat harian. Usahakan tetap memenuhi durasi tidur malam minimal tujuh jam setiap hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....