Tidur 4 Jam Terasa 8 Jam? Ini Faktanya!

  • 09 Sep 2026 09:04 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Tidur singkat empat jam tidak mampu menggantikan istirahat malam yang cukup karena otak dan tubuh memerlukan waktu pemulihan energi yang optimal.
  • Riset menunjukkan pentingnya kualitas dan durasi tidur malam bagi kesehatan manusia modern yang sering mengalami gangguan pola istirahat.
  • Peninjauan medis artikel dilakukan oleh Thomas Johnson, seorang Physician Assistant terkemuka, memberikan kredibilitas pada informasi kesehatan yang disampaikan.

RRI.CO.ID, Denpasar - Tidur singkat selama empat jam ternyata tidak pernah bisa menggantikan istirahat malam yang cukup. Otak dan tubuh Anda tetap membutuhkan waktu untuk memulihkan energi secara optimal.

Penulis Daniel Yetman meninjau riset penting mengenai kebiasaan tidur manusia modern saat ini. Peninjauan medis artikel ini dilakukan langsung oleh Thomas Johnson, seorang Physician Assistant terkemuka.

Riset tahun 2018 terhadap 10.000 orang membuktikan dampak buruk kurang tidur harian. Tidur empat jam rutin membuat performa otak menua delapan tahun lebih cepat.

Asisten Medis Thomas Johnson menegaskan bahwa tubuh memulihkan sel rusak saat tidur malam. Kurang tidur meningkatkan risiko depresi, obesitas, hipertensi, hingga serangan jantung fatal.

Namun ada sebagian kecil orang yang memiliki mutasi gen unik ADRB1. Pemilik gen ini tetap segar walau tidur kurang dari enam setengah jam.

Metode polyphasic sleep seperti pola Uberman juga terbukti tidak memberikan manfaat medis. Metode tidur berkali-kali ini justru memicu bahaya yang sama dengan kurang tidur.

Akses laman Healthline untuk membaca riset lengkap seputar kesehatan serta kualitas tidur. Tetap utamakan tidur tujuh jam agar kesehatan jiwa dan raga terlindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....