Perut Buncit Bukan Sekadar Persoalan Estetika, Begini Resikonya

  • 01 Sep 2026 14:13 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., DENPASAR - Perut buncit memang bisa menurunkan rasa percaya diri, tetapi masalah utamanya bukan sekadar estetika melainkan penumpukan lemak viseral berbahaya di sekitar organ dalam seperti: lemak yang berada di sekitar organ-organ dalam tubuh seperti hati, pankreas, dan usus. Menurut standar kesehatan Indonesia, anda dikategorikan mengalami obesitas sentral jika lingkar perut melebihi 90 cm untuk pria atau 80 cm untuk wanita.

Mengapa perut anda bisa buncit? Kondisi ini umumnya dipicu oleh kalori berlebih dari makanan tinggi gula, kurangnya aktivitas fisik, stres, hingga kurang tidur. Penumpukan lemak di area perut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius. Kementerian Kesehatan menyebut diabetes tipe 2 dan penyakit jantung sebagai risiko utamanya, sementara tekanan darah tinggi dan stroke juga termasuk dampak lain yang perlu diwaspadai.

Lalu, Mengapa Perut Buncit Berbahaya? Dikutip dari artikel biofarma.co.id., Lemak viseral dikenal sebagai "lemak aktif" karena dapat mempengaruhi berbagai proses metabolisme dalam tubuh. Ketika jumlahnya berlebihan, lemak ini dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko gangguan metabolik.

Hal yang perlu diwaspadai, seseorang tidak harus terlihat gemuk untuk memiliki kadar lemak viseral yang tinggi. Bahkan orang dengan berat badan normal dapat memiliki perut buncit dan menghadapi risiko kesehatan yang sama.

Banyak orang hanya memperhatikan angka timbangan atau indeks massa tubuh (IMT). Namun, para ahli menilai lingkar perut juga penting karena dapat membantu menggambarkan jumlah lemak yang tersimpan di area perut. CDC menyebut bahwa kelebihan lemak perut berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.

Karena itu, menjaga lingkar perut tetap ideal merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Mengurangi lemak perut tidak dapat dilakukan hanya dengan latihan khusus untuk otot perut. Cara yang lebih efektif adalah menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh, seperti:

  • Rutin berolahraga.

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  • Membatasi minuman tinggi gula.

  • Tidur yang cukup.

  • Mengelola stres dengan baik.

Perut buncit bukan sekadar persoalan estetika. Di balik lingkar perut yang bertambah, terdapat risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup di masa depan. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, risiko berbagai penyakit kronis akibat penumpukan lemak viseral dapat dikurangi sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....