Rasa Kantuk setelah Minum Kopi Berkaitan dengan Banyak Faktor
- 26 Agt 2026 10:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Sudah minum kopi, tetapi mata masih terasa berat dan keinginan untuk tidur tidak juga hilang. Kondisi ini tidak selalu berarti kafein "tidak mempan", karena rasa kantuk dipengaruhi banyak faktor dan kafein tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh untuk tidur.
Kafein bekerja terutama dengan menghambat efek adenosin, senyawa yang berperan dalam munculnya tekanan tidur selama seseorang terjaga. Mekanisme tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu mempertahankan performa, tetapi kafein tidak menghilangkan kebutuhan tubuh untuk tidur.
Bukti mengenai efek ini terlihat dalam systematic review dan meta-analysis yang mencakup 45 publikasi tentang penggunaan kafein setelah kurang tidur. Hasilnya menunjukkan kafein dapat memperbaiki sejumlah aspek perhatian, waktu reaksi, fungsi eksekutif, hingga performa berkendara pada orang yang mengalami kurang tidur.
Lantas, mengapa seseorang masih bisa mengantuk setelah minum kopi? Salah satu kemungkinan adalah tingkat kantuk yang sudah tinggi akibat kurang tidur, sementara efek kafein lebih berfungsi sebagai penahan sementara terhadap dampak kurang tidur, bukan pengganti waktu tidur yang hilang.
Kebiasaan mengonsumsi kafein juga dapat memengaruhi respons tubuh. Dalam penelitian terhadap 20 orang yang terbiasa mengonsumsi kafein, konsumsi rutin selama 10 hari menunjukkan adanya adaptasi dalam sistem pengaturan tidur dan bangun, sehingga respons terhadap kafein dapat berbeda dibandingkan kondisi tanpa konsumsi rutin.
Selain kebiasaan, setiap orang juga dapat memiliki respons yang berbeda terhadap kafein. Sejumlah penelitian mengaitkan variasi gen seperti ADORA2A dan CYP1A2 dengan perbedaan sensitivitas atau respons terhadap kafein, meskipun pengaruh gen tersebut terhadap berbagai efek kafein masih terus diteliti.
Ada pula kemungkinan yang cukup ironis, kopi yang diminum untuk melawan kantuk justru dapat mengganggu tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur. Meta-analysis terhadap 24 penelitian menemukan bahwa kafein dapat mengurangi total waktu tidur sekitar 45 menit, memperpanjang waktu untuk tertidur, dan mengurangi durasi tidur dalam.
Jadi, jika setelah secangkir kopi mata masih terasa berat, belum tentu tubuh seseorang "kebal kopi". Kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi tidur tetap menjadi dasar utama untuk memulihkan tubuh, sementara jumlah konsumsi, waktu minum, kebiasaan, dan perbedaan respons individu turut memengaruhi efek yang dirasakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....