Bukan Malas, Rasa Kantuk saat Fokus Dipengaruhi Banyak Faktor

  • 26 Agt 2026 10:31 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Baru beberapa menit membuka laptop, membaca dokumen, atau mulai mengerjakan tugas, mata tiba-tiba terasa berat. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda malas, padahal rasa kantuk dan kemampuan mempertahankan perhatian dipengaruhi berbagai proses biologis dan kondisi tubuh.

Salah satu faktor penting adalah sleep pressure, yaitu dorongan biologis untuk tidur yang semakin kuat selama seseorang terjaga. Systematic review dan meta-analysis yang terbit pada 2024 menganalisis 44 penelitian dan menemukan bahwa pembatasan tidur selama satu malam dapat meningkatkan rasa kantuk serta mengganggu kemampuan mempertahankan perhatian.

Selain jumlah tidur, waktu dalam sehari juga dapat memengaruhi tingkat kewaspadaan melalui ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Sebuah systematic review pada 2024 menemukan bahwa performa kognitif dapat berubah sepanjang hari, tetapi polanya berbeda bergantung pada jenis tugas dan karakteristik individu.

Jenis pekerjaan juga ikut menentukan seberapa mudah rasa kantuk muncul. Aktivitas yang monoton dan membutuhkan perhatian dalam waktu lama dapat membuat seseorang lebih mudah terdistraksi, terutama ketika rasa kantuk sudah meningkat.

Hal ini mungkin menjelaskan pengalaman ketika mata terasa berat saat membaca laporan atau mengerjakan pekerjaan administratif, tetapi kewaspadaan terasa meningkat ketika beralih ke aktivitas yang lebih menarik. Tingkat stimulasi, tuntutan perhatian, kondisi tidur, dan ritme biologis dapat saling berinteraksi dalam menentukan kemampuan seseorang mempertahankan kewaspadaan.

Penelitian Sallinen dan rekan-rekannya juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara utang tidur, pekerjaan monoton, dan rasa kantuk saat bekerja. Dalam simulasi kerja selama 12 jam, utang tidur meningkatkan rasa kantuk, sementara pekerjaan monoton juga memberikan efek cukup besar terhadap rasa kantuk.

Meski begitu, rasa kantuk saat mulai bekerja tidak selalu berarti tubuh kekurangan tidur. Waktu biologis tubuh dan karakter aktivitas yang sedang dilakukan juga dapat memengaruhi kewaspadaan, sehingga seseorang bisa merasa lebih mudah mengantuk ketika mengerjakan tugas yang berulang atau kurang menarik.

Jadi, ketika rasa kantuk datang tepat saat pekerjaan dimulai, belum tentu penyebabnya adalah kurang niat atau malas bekerja. Memperhatikan pola tidur, waktu munculnya kantuk, dan jenis aktivitas dapat membantu memahami penyebabnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa kemampuan fokus juga dipengaruhi kondisi biologis tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....