Tapak Liman Tanaman Liar Kaya Potensi untuk Kesehatan

  • 24 Agt 2026 09:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Tapak liman dikenal sebagai salah satu tanaman liar yang sejak lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Tumbuhan yang mudah dijumpai di wilayah tropis, termasuk Indonesia, ini dipercaya memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan, di antaranya membantu meredakan gejala batuk dan flu, menurunkan demam, serta membantu menjaga kadar asam urat.

Secara umum, tapak liman memiliki daun berwarna hijau dengan bentuk lonjong dan bagian tepi yang tidak rata. Tanaman ini dapat tumbuh secara alami di berbagai tempat, seperti pinggir jalan, kebun, hingga padang rumput.

Dalam pemanfaatan tradisional, hampir seluruh bagian tanaman tapak liman dapat digunakan, mulai dari akar, daun, hingga bunganya. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah merebus bagian tanaman tersebut, kemudian air rebusannya dikonsumsi.

Potensi manfaat tapak liman dikaitkan dengan sejumlah senyawa yang terkandung di dalamnya, seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, tanin, saponin, steroid, dan seskuiterpen lakton. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi.

Membantu Meredakan Batuk dan Flu

Tapak liman secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan keluhan batuk dan flu. Kandungan saponin di dalamnya diketahui memiliki aktivitas yang berkaitan dengan pengenceran dahak dan membantu meredakan batuk.

Selain itu, aktivitas antimikroba pada tanaman ini juga menjadi salah satu alasan tapak liman digunakan secara tradisional ketika mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan infeksi.

Membantu Menurunkan Demam

Tapak liman juga dipercaya dapat membantu mengatasi demam. Kandungan flavonoid serta aktivitas antiinflamasi yang dimilikinya berpotensi membantu mengurangi peradangan dan keluhan yang menyertai demam, seperti rasa tidak nyaman, sakit kepala, serta nyeri otot.

Berpotensi Membantu Menjaga Kadar Asam Urat

Manfaat lain yang dikaitkan dengan tapak liman adalah membantu menjaga kadar asam urat. Kandungan flavonoid pada tanaman ini diketahui berpotensi menghambat aktivitas enzim xantin oksidase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan asam urat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....