Bali Jadi Daerah Percontohan Imunisasi HPV Anak Laki-laki, Capaian Sementara 5,85%

  • 21 Agt 2026 10:03 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Capaian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki di Bali mencapai 5,85 persen hingga 12 Agustus 2026. Program ini menyasar sekitar 29 ribu siswa laki-laki kelas V sekolah dasar dan dilaksanakan secara bertahap melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes., kepada RRI.CO.ID mengatakan imunisasi HPV bagi anak laki-laki mulai diberikan di Bali pada Agustus 2026. Pelaksanaan dilakukan Puskesmas dengan mendatangi sekolah sesuai jadwal yang disepakati bersama dinas pendidikan dan pihak sekolah.

“Di bulan Agustus ini, di Bulan Imunisasi Anak Sekolah, itu sudah serentak dilakukan di semua kabupaten kota. Bulan Imunisasi Anak Sekolah ini Puskesmas yang mengunjungi sekolah-sekolah sesuai dengan jadwal, sesuai dengan kesepakatan dengan dinas pendidikan dan sekolah setempat,” ujar dr. Raka Susanti kepada RRI Denpasar, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut dr. Raka Susanti, pelaksanaan imunisasi di masing-masing kabupaten/kota mengikuti jadwal daerah sehingga capaian masih terus bertambah. Pemberian imunisasi ditargetkan dapat diselesaikan hingga September 2026.

“Kalau per tanggal 12 Agustus itu capaian kita baru 5,85 persen, jadi masih bergerak setiap hari. Jadi sampai per tanggal 12 Agustus baru mencapai 5,85 persen dan ini masih bergerak sampai di bulan September,” jelasnya.

Bali menjadi salah satu daerah awal pemberian imunisasi HPV bagi anak laki-laki pada 2026 bersama DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dr. Raka Susanti mengatakan Bali dipilih salah satunya karena capaian imunisasi HPV pada anak perempuan pada tahun-tahun sebelumnya tergolong tinggi.

“Capaian imunisasi HPV pada anak-anak perempuan di tahun-tahun sebelumnya kita selalu, kalau di tahun 2025 kita capaiannya teratas bahkan dibanding dengan provinsi-provinsi lain. Jadi ini merupakan salah satu juga dari Kementerian Kesehatan kenapa memilih Bali untuk memulai pemberian imunisasi HPV pada anak laki-laki di 2026,” katanya.

Pemberian imunisasi HPV bagi anak laki-laki merupakan perluasan program yang sebelumnya diberikan kepada anak perempuan kelas V SD sejak 2023. Menurut dr. Raka Susanti, perluasan dilakukan karena infeksi HPV juga dapat menyebabkan sejumlah penyakit pada laki-laki.

“Human papillomavirus ini merupakan virus yang penyebab utama penyakit kanker serviks pada perempuan dan juga menimbulkan berbagai kasus kanker pada anak laki-laki. Kalau pada anak laki-laki itu menyebabkan kanker anus, kanker penis, kanker orofaring dan kutil kelamin,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kekhawatiran sebagian orang tua terhadap imunisasi HPV menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dr. Raka Susanti menyebut masih terdapat informasi yang keliru mengenai vaksin HPV, termasuk anggapan bahwa vaksin dapat menyebabkan kemandulan.

“Memang sejak wacana pemberian imunisasi HPV pada anak laki-laki ini sudah muncul berbagai hoaks. Seperti misalnya pemberian imunisasi ini menimbulkan kemandulan pada anak-anak dan urgensinya juga dianggap belum urgen untuk pemberian imunisasi pada anak laki-laki,” ujarnya.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota dan Puskesmas memberikan edukasi kepada sekolah dan orang tua mengenai manfaat imunisasi HPV. Edukasi juga dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi bagi anak laki-laki.

“Walaupun mungkin ada beberapa orang tua yang ragu anaknya untuk diberikan imunisasi, tapi kita tetap melakukan edukasi informasi kepada orang tua pentingnya imunisasi HPV ini,” katanya.

Dr. Raka Susanti menjelaskan pemberian imunisasi dilakukan sesuai prosedur dengan pemeriksaan kondisi anak sebelum vaksin diberikan. Petugas kesehatan antara lain menanyakan kondisi demam dan riwayat penyakit sebelumnya.

“Jadi tentu saja orang tua jangan cemas karena pemberian imunisasi HPV ini sudah kita mulai di 2023 walaupun awalnya untuk anak perempuan, tetapi mengingat bahwa virus HPV ini juga menimbulkan kanker pada laki-laki dan kita bersyukur mulai tahun ini Bali mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan imunisasi HPV pada anak laki-laki,” ujarnya.

Terkait efek samping, dr. Raka Susanti mengatakan berdasarkan data pemberian imunisasi HPV pada anak perempuan, efek yang muncul relatif minimal. Efek yang dapat terjadi antara lain nyeri di lokasi suntikan dan demam ringan.

“Untuk efek samping atau yang disebut dengan kejadian ikutan pascaimunisasi sesuai dengan data pada pemberian HPV pada anak perempuan itu sangat minimal sekali,” kata dr. Raka Susanti.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali berharap pelaksanaan imunisasi HPV bagi anak laki-laki dapat berjalan hingga seluruh sasaran mendapatkan imunisasi. Program tersebut selanjutnya akan diperluas ke provinsi lain pada tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....