Ini Alasan Anda Perlu Ngopi dan Terkena Matahari Pagi

  • 21 Agt 2026 15:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Bagi banyak orang, ritual pagi hari terasa tidak lengkap tanpa secangkir kopi panas. Namun, ada satu kebiasaan sederhana yang sering terlewatkan dan bisa melipatgandakan energi Anda adalah menikmati kopi pagi sambil berjemur di bawah sinar matahari. Apakah ada manfaatnya?

Kafein pada kopi akan menghentikan rasa ngantuk dalam otak dan memberi dorongan energi instan bagi tubuh. Namun jam biologis tubuh anda juga sebenarnya digerakkan oleh intensitas cahaya.

Mariana Figueiro, direktur Light and Health Research Center di Icahn School of Medicine di Mount Sinai sebagaimana dikutip dari laman Times menyatakan bahwa paparan cahaya alami merupakan faktor penting yang didukung oleh sains untuk mengoptimalkan kesehatan tubuh dan kualitas tidur Anda.

Sinar matahari pagi menekan produksi hormon melatonin atau hormon kantuk, serta meningkatkan kesiapsiagaan secara alami. Sehingga rasa kantuk atau "brain fog” di pagi hari bisa lenyap lebih cepat.

Lalu, Apakah minum kopi dengan terpapar sinar matahari memiliki efek yang positif untuk tubuh?

Studi menunjukkan bahwa paparan sinar matahari sebelum pukul 10 pagi berdampak langsung pada ritme tidur Anda. Setiap 30 menit paparan sinar matahari pagi dapat memajukan titik tengah waktu tidur sekitar 23 menit. Artinya, Anda akan lebih mudah mengantuk di malam hari dan mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Langkah sederhana ini juga akan memicu pelepasan serotonin, hormon yang mengatur suasana hati. Saat dipadukan dengan efek kafein dari kopi, terkena sinar matahaari pagi akan meningkatkan fokus mental dan kebugaran tubuh Anda akan meningkat sepanjang hari.

Mariana pun menjelaskan bahwa paparan cahaya matahari langsung stimulus kewaspadaan bagi otak yang membantu Anda merasa lebih terjaga. Sementara, jika anda memilih duduk di dekat jendela kamar yang terpapar sinar matahari, justru tidak memberikan efek yang sama. Cahaya yang menembus kaca jendela hanya mencapai sekitar 1.000 lux, jauh di bawah kebutuhan minimal otak untuk menyelaraskan jam biologis.

Cahaya di dalam ruangan umumnya hanya berkisar antara 100–500 lux. Ketika Anda melangkah ke luar rumah, bahkan saat cuaca mendung, intensitas cahaya melonjak hingga 5.000–10.000 lux. Perbedaan drastis inilah yang ditangkap oleh mata untuk memberi tahu otak bahwa pagi hari telah tiba.

Idealnya, untuk mendapatkan benefit besar dari matahari, anda dapat keluar rumah dalam kurun waktu satu jam setelah bangun tidur. Hal ini menjadi faktor penting bagi tubuh anda.

Anda dapat mencoba ritual minum kopi sambil terkena sinar matahari sebelum jam 10 pagi. Usahakan berada di luar ruangan selama 15 hingga 30 menit di pagi hari. Sambil memegang cangkir kopi, anda dapat luangkan waktu untuk berjalan santai di pekarangan rumah, duduk di teras, atau sekadar berkeliling kompleks perumahan.

Tubuh manusia menyukai rutinitas yang teratur. Lakukan di waktu yang mirip setiap pagi agar ritme biologis Anda semakin solid. Mengubah kebiasaan pagi tidak memerlukan metode rumit bahkan mahal. Cukup bawa cangkir kopi Anda melangkah keluar pintu, nikmati kehangatannya di bawah sinar matahari, dan biarkan tubuh Anda bekerja sesuai ritme alaminya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....