Rahasia Umur Panjang Berawal dari Kekuatan Otot Paha
- 19 Agt 2026 07:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Banyak orang mengidentikkan masa tua yang sehat adalah dengan tubuh yang langsing dan angka timbangan yang ideal. Namun saat ini ragam penelitian ilmiah mengungkapkan rahasia kebugaran sejati serta penentu panjang umur, khususnya pada perempuan usia lanjut, terdapat pada kekuatan otot.
Laman CNN Health menjelaskan, studi besar yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open melacak lebih dari 5.000 perempuan berusia 63 hingga 99 tahun selama delapan tahun. Peneliti menemukan bahwa perempuan yang memiliki kekuatan genggaman tangan yang baik serta mampu berdiri dari posisi duduk tanpa bantuan tangan memiliki risiko kematian yang jauh lebih rendah.
Bahkan, temuan ini tetap konsisten meskipun para peserta tidak sepenuhnya memenuhi standar durasi olahraga mingguan. Artinya, menjaga kekuatan fungsi otot secara mandiri memberikan perlindungan tubuh yang sangat nyata, terlepas dari seberapa sering seseorang mendatangi pusat kebugaran.
| Baca juga: Memperbaiki Postur Tubuh yang Bungkuk |
Mengapa Kekuatan Otot Menentukan Harapan Hidup?
Secara biologis, otot mencerminkan kesehatan multiorgan pada tubuh. Ketika seseorang mampu mempertahankan kekuatan otot di usia senja, kondisi tersebut menandakan bahwa sistem saraf, metabolisme, tulang, dan pembuluh darah masih berkoordinasi dengan sangat baik.
Kekuatan otot menopang kualitas hidup melalui beberapa peran vital, seperti otot paha dan pinggul yang kuat menjadi penopang utama keseimbangan. Risiko terjatuh, yang sering kali menjadi awal penurunan kondisi kesehatan lansia, dapat ditekan secara signifikan.
Jaringan otot rangka akan bertindak seperti "spons" yang menyerap gula darah. Otot yang aktif bekerja dan bervolume cukup akan meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan risiko diabetes tipe 2, serta menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.
Selain itu, penelitian menemukan kekuatan genggaman tangan dan kokohnya otot paha saat beraktivitas sehari-hari menentukan kesehatan diusia senja. Kekuatan genggaman tangan menentukan kekuatan tubuh bagian atas sekaligus menjadi indikator awal penurunan fungsi saraf atau kesehatan secara umum.
Menariknya, penelitian menemukan seseorang yang mandiri berdiri dari kursi tanpa bantuan mengindikasikan kekuatan paha dan pinggul. Kemampuan berdiri tegak dari kursi tanpa menumpuk tangan pada paha atau sandaran menunjukkan daya dorong otot bagian bawah yang masih prima.
Selain kekuatan otot, riset medis dalam beberapa tahun terakhir juga mengamati distribusi lemak tubuh. Berbeda dengan lemak perut yang memicu peradangan, jaringan otot paha yang padat serta lemak di area pinggul justru memberikan efek protektif bagi metabolisme tubuh.
Kabar baiknya, penurunan massa otot akibat penuaan tetap bisa diubah. Hal ini dikarenakan otot manusia memiliki fleksibilitas untuk kembali diperkuat pada usia berapa pun.
Menguatkan otot tubuh dapat dimuali dengan gerakan bangkit-duduk di kursi secara berulang, wall push-up, hingga naik dan turun pada anak tangga. Manfaatkan juga beban ringan untuk melatih otot lengan dan bahu. Penuhi juga kebutuhan protein yang cukup serta tidur yang berkualitas menjadi kunci utama perbaikan dan pembentukan jaringan otot.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....